Jakarta membuka perdagangan sahamnya dengan senyum tipis pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak naik, meski langkahnya terlihat masih ragu-ragu. Di balik awal yang positif itu, ada bayang-bayang sentimen global yang terus mengintai, siap mempengaruhi suasana bursa sepanjang hari.
Tepat pada pembukaan Kamis (12/3/2026), IHSG di BEI tercatat menguat 9,45 poin (0,13%) ke level 7.398,85. Kelompok saham LQ45 juga ikut merasakan semangat yang sama, naik 1,34 poin ke posisi 753,58.
Wall Street Beri Sinyal Campur Aduk
Pasar global, terutama dari AS, selalu jadi acuan. Dan sinyal yang datang kemarin malam tidak seragam. Dow Jones dan S&P 500 justru ditutup melemah, masing-masing turun 0,61% dan 0,084%. Nasdaq berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,084%. Variasi ini bikin para investor di sini makin hati-hati; mereka mencermati setiap dinamika ekonomi dan geopolitik yang bergulir.
Kenangan Koreksi Kemarin Masih Membekas
Memang hari ini naik, tapi jangan lupa dengan performa kemarin. IHSG sempat mencoba menguat di sesi pertama, namun gagal bertahan. Indeks akhirnya terjun bebas dan ditutup melemah di 7.389,4. Tekanan jual investor asing yang mencapai Rp730 miliar menambah beban, menandakan distribusi asing masih kuat. Secara teknikal, indeks pun masih terperangkap di bawah level psikologis yang penting.
Lalu, apa yang bikin pasar begitu gamang? Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, ketidakpastian global sedang memuncak.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Gas Aman, Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah
Polres Bogor Kerahkan 65 Supeltas dan 150 Personel Tambahan Antisipasi Lonjakan Kendaraan ke Puncak Saat Libur Lebaran
DPR Terima Tiga Surpres dari Presiden, Bahas RUU Saksi hingga Kerja Sama dengan Kanada
Bandara Hang Nadim Batam Proyeksikan 280 Ribu Penumpang Mudik Lebaran