Selamat datang di Dunia Hari Ini, edisi Selasa, 3 Februari 2026. Berita utama hari ini datang dari dua kawasan yang berbeda: sebuah kesepakatan dagang penting diumumkan, sementara di tempat lain, konflik berdarah masih terus berlanjut.
AS dan India Sepakat Turunkan Tarif, Minyak Rusia Dihentikan
Donald Trump mengumumkan kabar besar lewat media sosial. Amerika Serikat, katanya, akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan dengan India. Kesepakatan ini bakal memotong tarif timbal balik AS untuk impor dari India, turun dari 25 persen menjadi 18 persen.
Tak lama setelahnya, Perdana Menteri Narendra Modi membalas di platform X. Ia menyatakan rasa senangnya dan bahkan berterima kasih kepada presiden AS.
"Atas nama 1,4 miliar rakyat India, saya ucapkan terima kasih untuk pengumuman yang luar biasa ini," tulis Modi.
Trump juga menyinggung poin lain yang cukup signifikan. Sebagai bagian dari kesepakatan, India konon setuju untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Sebagai gantinya, mereka akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat dan kemungkinan juga dari Venezuela.
Kekerasan di Pakistan, Korban Jiwa Melonjak
Berita dari Pakistan jauh lebih suram. Situasi di Balochistan benar-benar memanas. Pasukan keamanan setempat melaporkan telah menewaskan 145 militan dalam pertempuran sengit yang berlangsung hampir dua hari penuh.
Ini adalah bagian dari serangan terkoordinasi yang melanda wilayah itu, memakan korban hampir 50 orang warga sipil hanya dalam sehari. Konflik ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemberontak di provinsi yang kaya sumber daya itu semakin gencar menyerang target militer, infrastruktur, dan orang-orang biasa.
Menteri Dalam Negeri Junior Talal Chaudhry menggambarkan kekejaman yang terjadi. Menurutnya, para penyerang menyamar sebagai warga sipil sebelum meneror.
Artikel Terkait
Kejagung Pacu Interpol Terbitkan Red Notice untuk Dua Buronan Kasus Korupsi
Asap Hitam Membubung di Langit Teheran, Pasar Jannat Abad Dilalap Si Jago Merah
DPR Soroti Tren Whip Pink di Kalangan Remaja, Desak BNN Bertindak Tegas
Prabowo di Davos: Strategi Hedging Indonesia di Panggung Gaza