Hoaks Makan Bergizi, Siswi Kudus Meninggal karena Kanker

- Selasa, 03 Februari 2026 | 13:42 WIB
Hoaks Makan Bergizi, Siswi Kudus Meninggal karena Kanker

Beredar kabar yang cukup mengusik belakangan ini, soal seorang siswi SMAN 2 Kudus yang meninggal dunia. Isunya, tragedi itu dikait-kaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis alias MBG. Tapi, pihak berwenang sudah angkat bicara dan membantah keras informasi tersebut.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, Nasihul Umam, dengan tegas menyebut kabar itu sebagai hoaks. Pernyataannya ini disampaikan pada Senin, 2 Februari.

"Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks," tegasnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Menurut Nasihul, Rizza sudah lama berjuang melawan kanker nasofaring. Penyakitnya ini didiagnosis sejak dia masih duduk di kelas 8 SMP. Kondisi itulah yang memaksanya untuk menjalani perawatan intensif, termasuk serangkaian kemoterapi rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Jadi, riwayat sekolahnya di SMAN 2 Kudus pun tak bisa berjalan normal. Dia hanya sempat masuk sebentar, itu pun menjelang waktu tes di bulan November lalu. Selebihnya, Rizza harus fokus total pada pengobatan.

"Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Karyadi Semarang," lanjut Nasihul menjelaskan keadaan siswi tersebut.

Nah, poin penting lainnya datang dari sini. Karena kondisinya, sejak Januari 2025 Rizza sama sekali belum pernah kembali ke sekolah. Alhasil, secara otomatis dia tidak termasuk dalam daftar penerima paket makanan bergizi dari program MBG.

"Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah sehingga tidak menerima paket MBG," kata Nasihul menegaskan.

Di akhir penjelasannya, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan, informasi yang belum jelas kebenarannya. Terutama ketika informasi itu menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar