Rapat kerja Komisi III DPR dengan PPATK di Senayan, Selasa lalu, cukup menyita perhatian. Di sana, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana membeberkan data yang tak main-main. Sepanjang 2025, lembaganya kebanjiran laporan transaksi keuangan tepatnya 43 juta laporan. Bayangkan saja, angka itu melonjak 22,5% dibanding tahun sebelumnya.
Ivan pun menjabarkan lebih detail.
“PPATK telah menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibanding tahun 2024 yang berjumlah 35,6 juta laporan,” ujarnya.
Kalau dirata-rata dalam hari kerja, ritmenya jadi luar biasa. “Jadi saat ini PPATK menerima 21.861 laporan per jam di hari kerja, itu meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar 17.825 laporan per jam,” tambah Ivan. Lonjakan yang signifikan, bukan cuma sekadar angka.
Nah, dari jutaan laporan itu, PPATK tak cuma duduk diam. Mereka mengolahnya menjadi analisis yang bisa ditindaklanjuti. Sepanjang tahun lalu, ada 994 hasil analisis yang disiapkan. Belum lagi 17 hasil pemeriksaan dan 529 informasi yang dikirim ke berbagai penyidik dan kementerian terkait. Kerja yang cukup padat, jelas.
Di sisi lain, nilai uang yang berputar dalam analisis mereka juga fantastis. Ivan menyebut angka Rp 2.085 triliun. Jumlah itu naik drastis, sekitar 42%, dari realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp 1.459,6 triliun. Peningkatan yang cukup tajam, menunjukkan betapa dinamisnya lalu lintas keuangan yang harus mereka pantau.
Secara keseluruhan, data yang diungkap Ivan ini menggambarkan beban kerja PPATK yang kian berat. Tapi di saat yang sama, juga menunjukkan intensitas pengawasan yang makin diperketat. Laporan bertambah, nilai transaksi yang dianalisis membengkak semua mengisyaratkan satu hal: dunia pelaporan dan pencegahan kejahatan keuangan memang semakin kompleks.
Artikel Terkait
DWP dan WBI Peringati Hari Kartini dengan Penghargaan Kartini Muda Award dan Bazar UMKM
Kapal Induk Prancis Charles de Gaulle Dikerahkan ke Laut Merah untuk Amankan Selat Hormuz
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Kamis Pekan Depan, Siklon Tropis dan Hujan Lebat Mengintai Lima Wilayah
AS Resmi Akhiri Operasi Militer Epic Fury, Rubio Sebut Semua Tujuan Perang Tercapai