Amerika Serikat secara resmi telah mengakhiri operasi ofensif terhadap Iran yang dikenal dengan nama sandi Epic Fury. Pertanyaan yang kini mengemuka di kalangan pengamat dan publik internasional adalah: langkah apa yang akan diambil selanjutnya oleh pemerintahan Presiden AS setelah fase militer ini dinyatakan selesai?
Pernyataan resmi mengenai penghentian operasi tersebut pertama kali disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Selasa (5/5) waktu setempat. Dalam pernyataannya yang diulang di hadapan Kongres, Rubio menegaskan bahwa tahap ofensif telah berakhir hampir sebulan setelah gencatan senjata diberlakukan.
“Operasi telah berakhir Epic Fury seperti yang telah diberitahukan presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu,” ujar Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilansir kantor berita AFP pada Rabu (6/5).
Sebelumnya, Gedung Putih telah menyampaikan kepada para anggota parlemen bahwa perang telah berakhir seiring dengan diberlakukannya gencatan senjata. Keputusan ini secara otomatis menghindarkan pemerintah dari kewajiban hukum untuk meminta persetujuan Kongres terhadap konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari.
Rubio juga memberikan klarifikasi mengenai sifat operasi tersebut. “Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif,” katanya. Ia menambahkan, “Artinya sangat sederhana tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu.”
Menlu AS itu menyatakan bahwa negaranya telah berhasil mencapai seluruh tujuan yang ditetapkan dalam perang tersebut. “Mereka menghadapi kehancuran nyata dan dahsyat bagi perekonomian mereka,” ujar Rubio, merujuk pada dampak yang dialami Iran.
Artikel Terkait
Korea Utara Tegaskan Tak Lagi Terikat Perjanjian Nuklir NPT, Status Nuklir Dianggap Permanen
Ronaldo Kwateh, Pemain Termuda yang Debut di Timnas Senior, Kini Meredup Akibat Cedera
Hakim Dinilai Sandiwara saat Tanya Soal Operasi Khusus di Sidang Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
PSG vs Arsenal: Final Liga Champions 2026 di Budapest, Les Parisiens Incar Back-to-Back