Lebaran 2026: Lebih dari 2,5 Juta Tiket Kereta Api Terjual, Masih Tersedia 1,9 Juta Kursi

- Kamis, 12 Maret 2026 | 07:40 WIB
Lebaran 2026: Lebih dari 2,5 Juta Tiket Kereta Api Terjual, Masih Tersedia 1,9 Juta Kursi

Hingga Rabu pagi kemarin, penjualan tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2026 sudah menunjukkan angka yang sibuk. PT KAI mencatat, untuk periode keberangkatan 11 Maret sampai 1 April, telah laku 2.578.820 tiket. Itu artinya, lebih dari separuh tepatnya 57,3% dari total kapasitas yang disiapkan sudah terisi.

Meski begitu, peluang untuk dapat tiket masih terbuka lebar. Menurut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, masih ada sekitar 1,9 juta kursi yang menganggur dan siap dipesan masyarakat.

"Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.919.876 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan selama periode Lebaran,"

Rinciannya begini. Untuk kereta jarak jauh, penjualan sudah mencapai 2,4 juta tiket atau 69,1% dari kuota. Angkanya memang sudah tinggi, tapi jangan khawatir. Masih ada lebih dari satu juta kursi tersisa untuk rute-rute mudik dan arus balik.

Lain cerita dengan kereta lokal. Di sini, penjualan baru menyentuh 110 ribu tiket, alias belum sampai 12% dari total kursi. Jadi, stoknya masih melimpah, sekitar 816 ribu tempat duduk.

"Penjualan tiket KA Lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan,"

Jadi, intinya peluang masih besar. Anne Purba menegaskan, ketersediaan tiket di berbagai relasi masih cukup banyak. Dia mengimbau calon penumpang untuk tidak menunda-nunda.

"Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta memanfaatkan berbagai pilihan jadwal yang tersedia agar perjalanan mudik tetap nyaman dan lancar,"

Jadi, bagi yang belum dapat tiket, masih ada waktu. Rencanakan dari sekarang, cek jadwal, dan semoga perjalanan nanti lancar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar