Panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi tiba-tiba jadi sorotan. Bukan cuma karena acara keagamaannya, tapi justru oleh penampilan biduan yang menghibur di sana. Padahal, panitia sudah bersikukuh bahwa hiburan itu digelar setelah rangkaian acara inti selesai. Tapi rupanya, bagi banyak pihak, alasan itu tak cukup.
Waka Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa polemik ini jauh dari kata sepele.
"Ini bukan cuma soal salah jadwal atau kesalahan teknis panitia belaka," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/1/2025).
Ia melihatnya lebih dalam. Peristiwa ini, menurut Singgih, menyentuh hal yang fundamental: bagaimana kita sebagai masyarakat menjaga kesakralan ajaran agama sekaligus merawat sensitivitas sosial. Isra Mikraj, baginya, adalah momen suci yang intinya menegaskan shalat, akhlak, dan ketaatan. Jadi, peringatannya harusnya jadi momentum edukasi spiritual, bukan sekadar acara rutin tahunan.
Artikel Terkait
Pendaki Pemula di Bulusaraung Jadi Saksi Mata Pesawat Jatuh
Arus Kembali Mengular, Ruas Tol Menuju Jakarta Padat Merayap Pagi Ini
Momen Haru Prabowo dan Obrolan Akrabnya dengan Jokowi di Pernikahan Sekpri
Sidang Perdana Kasus Sertifikasi K3: Mantan Wamen Noel dan 10 Terdakwa Lainnya Hadapi Dakwaan