FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran

- Jumat, 06 Maret 2026 | 04:30 WIB
FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran

Jakarta - Suasana hangat berbuka puasa di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3) malam, ternoda oleh sebuah permintaan yang cukup mengejutkan. Perwakilan Front Persaudaraan Islam (FPI) secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan ucapan belasungkawa secara terbuka atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Permintaan itu bukan datang begitu saja. Menurut Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas, ini adalah amanat langsung dari mantan Imam Besar mereka, Habib Rizieq Shihab. "Tadi kami minta, amanat dari Habib Rizieq ya," ujar Hanif usai acara buka puasa bersama itu.

Dia melanjutkan dengan nada yang cukup tegas. Karena Iran dianggap sebagai negara sahabat, menurutnya Presiden seharusnya tak cuma mengutus Menteri Luar Negeri. "Kita minta supaya Presiden sampaikan bela sungkawa secara terbuka," tegasnya.

Bagi FPI, dukungan terhadap Iran dinilai penting. Negara itu sedang menghadapi serangan terhadap wilayah kedaulatannya. "Saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk disupport," kata Hanif. Di sisi lain, permintaan FPI tak berhenti di situ.

Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari Board of Peace (BoP). Permintaan ini bahkan sudah disampaikan lewat surat resmi yang dititipkan ke salah satu menteri. Alasannya jelas dan blak-blakan. "Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan," ucap Hanif. "Tapi kami tidak percaya Amerikanya, tidak percaya dengan Israelnya."

Sebenarnya, pemerintah sudah mengambil langkah. Sehari sebelumnya, tepatnya Rabu (4/3), Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan surat belasungkawa resmi dari Presiden Prabowo kepada Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi.

"Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa terdalam Indonesia," demikian pernyataan resmi Kemlu yang dirilis di Jakarta.

Latar belakang permintaan FPI ini adalah insiden berdarah pada akhir Februari lalu. Serangkaian serangan AS dan Israel menghantam sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar yang mengguncang: Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, gugur dalam serangan itu.

Nah, dalam gelaran buka puasa yang seharusnya penuh keakraban itu, desakan FPI jelas menyisakan pertanyaan. Apakah permintaan mereka akan ditindaklanjuti, ataukah sudah dianggap selesai dengan surat yang disampaikan Menlu Sugiono? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar