Likuiditas pasar modal lagi-lagi jadi topik hangat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri terus berupaya memperkuatnya, lewat berbagai cara. Mulai dari menyiapkan instrumen investasi baru, sampai mengencangkan regulasi yang ada.
Menurut Adi Wijoyo, Kepala Direktorat Pengawasan Perusahaan Efek dan Layanan Urun Dana OJK, likuiditas itu krusial. Dalam kondisi pasar yang berubah-ubah, indikator ini penting banget untuk menjaga kualitas dan daya saing.
“Kondisi pasar modal saat ini berlangsung sangat dinamis. Oleh karena itu persaingan dan ekspektasi dari investor terhadap transparansi semakin tinggi, serta standar tata kelola juga semakin dituntut untuk lebih transparan dan meningkat,”
Ujarnya dalam acara Investor Gathering 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis lalu (5/3/2026).
Memang, tantangannya nggak main-main. Persaingan makin ketat, sementara tuntutan transparansi dari investor juga makin tinggi. Semua harus berjalan cepat.
Artikel Terkait
Analis Prediksi IHSG Alami Tekanan Jual Jelang Akhir Pekan
IHSG Menguat 1,76%, Saham KOKA dan RODA Pacu Kenaikan
IHSG Bangkit 1,76% ke 7.710, Meski Nilai Transaksi Menyusut Tajam
BUMI Pertahankan Produksi Batu Bara 73-75 Juta Ton pada 2025