Dari Hotel Mewah ke Lapak Manggarai: Kisah Kloset Bekas yang Disulap Kembali Kinclong

- Minggu, 25 Januari 2026 | 04:06 WIB
Dari Hotel Mewah ke Lapak Manggarai: Kisah Kloset Bekas yang Disulap Kembali Kinclong

Di tengah riuh lalu lintas Manggarai, Jakarta Pusat, ada sebuah dunia yang mungkin tak banyak disadari. Deretan lapak berjejal di sekitar Rumah Susun Pasar Rumput, memajang kloset, wastafel, hingga bak mandi bekas. Tapi jangan salah, barang-barang ini tampak kinclong, hampir seperti baru, setelah melalui proses "perawatan" khusus.

Kalau kamu melintas, setidaknya ada tujuh sampai sepuluh toko yang berjualan aneka perlengkapan sanitari. Merek-merek terkenal macam Toto atau American Standard pun ada. Semuanya bekas pakai, ya.

Salah satu pelakunya adalah Ali. Sudah lima tahun pria ini menggeluti bisnis barang bekas ini.

“Kebanyakan dari perkantoran dari hotel-hotel dari perumahan juga ada. (Nanti) Proses lagi, dicuci ulangi, semua dibersihin. Dicat sebagian kalo ada gompal,”

Begitu tuturnya saat ditemui di kiosnya, Rabu lalu. Menurut Ali, pembeli tak pernah absen. Meski kadang cuma satu orang dalam sehari, tapi pasti ada saja yang datang.

“Kalau untuk pembeli sih bisa dipastikan ada saja setiap hari, karena kan dia cari yang istilahnya, miring harganya ya dibanding harga baru,”

Harganya memang bisa separuh. Contohnya, kloset American Standard baru mungkin Rp 1,5 juta. Di sini, yang bekas tapi sudah dibersihkan dan diperbaiki, bisa dibawa pulang dengan Rp 750 ribu saja. Wastafel pun demikian, meski bekas, kondisinya sudah rapi.

Soal pasokan, Ali tak pernah khawatir. Barang-barang itu datang setiap hari dari para pengepul atau "tengkulak".

“Setiap hari hampir ada karena kan dia ada pemasoknya... Ada bongkaran di kantor contoh, satu sampel, begitu cocok ya kita beli,”

Jadi, mereka tak perlu repot mencari. Pengepul lah yang aktif menawarkan barang sisa bongkaran kantor atau hotel.

Tak jauh dari Ali, ada Warjut yang sudah berjualan sejak era 90-an. Pengalamannya lebih panjang. Barang dagangannya juga serupa, berasal dari rumah atau hotel yang sedang direnovasi.

“Iya (mereka) jual ke sini, (barang) bekas, bongkaran. (Alasannya) banyak, ada yang ganti, kadang bosan,”

Katanya sambil tertawa ringan. Setiap barang yang masuk langsung dibersihkan. Jika masih mulus, tinggal dipoles dan dilengkapi dengan bagian-bagian pendukungnya. Harganya? Tergantung merek dan model. Mulai dari Rp 850 ribu sampai ada yang tembus di atas satu juta.

Selain kloset, Warjut juga menjual wastafel dan bathtub. Untuk bak mandi jacuzzi bekas ukuran besar, harganya bisa mencapai Rp 5 juta.

Namun begitu, Warjut mengakui kalau penjualan belakangan ini agak sepi. Menurutnya, mungkin pengaruh musim hujan. Tapi ia tetap optimis, pembeli pasti masih datang, meski tak seramai tahun lalu.

Itulah sekelumit cerita dari sentra sanitasi bekas Pasar Rumput. Di balik penampilannya yang seperti baru, tersimpan riwayat panjang dari hotel, kantor, atau rumah-rumah yang telah berganti rupa. Bisnis yang mengandalkan ketelitian, dan tentu saja, selera konsumen yang ingin berhemat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar