PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memastikan kesiapan dana untuk melunasi pokok obligasi berwawasan lingkungan senilai Rp1,95 triliun yang akan jatuh tempo pada awal Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memenuhi kewajiban penerbitan surat utang hijau tahap pertama.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen Bank Mandiri menyatakan dana pelunasan tersebut telah disiapkan untuk Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2023 Seri A. “Perseroan telah menyiapkan dana pembayaran pokok obligasi tersebut sebesar Rp1,95 triliun yang akan jatuh tempo pada 4 Juli 2026,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi.
Obligasi ini pertama kali dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 5 Juli 2023 dengan total nilai nominal mencapai Rp5 triliun. Penerbitan tersebut terbagi dalam tiga seri, di mana Seri A memiliki nilai pokok Rp1,95 triliun dengan tingkat bunga tetap 5,80 persen per tahun dan jangka waktu tiga tahun. Sementara itu, Seri B memiliki nilai nominal Rp3,05 triliun dengan tingkat bunga tetap 6,10 persen per tahun dan jangka waktu lima tahun.
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA atau Triple A untuk obligasi ini. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi surat utang berwawasan lingkungan tersebut.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 7,38% dalam Sepekan, Saham Lapis Ketiga Justru Babak Belur
MNC Sekuritas dan Universitas Trilogi Gelar Seminar Edukasi Investasi Digital bagi Mahasiswa
Harga Emas Antam Naik Rp2.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp4.000
IHSG Tembus 6.007 Setelah Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, Saham Blue Chip Jadi Motor Penggerak