IHSG Menguat 7,38% dalam Sepekan, Saham Lapis Ketiga Justru Babak Belur

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:15 WIB
IHSG Menguat 7,38% dalam Sepekan, Saham Lapis Ketiga Justru Babak Belur

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sebesar 7,38 persen ke level 6.007 poin sepanjang pekan 8–12 Juni 2026, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual yang tajam. Saham-saham lapis ketiga atau third liner dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp500 miliar mendominasi daftar saham dengan kinerja terburuk (top losers) pada periode tersebut.

Saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) tercatat sebagai yang paling dalam penurunannya, yakni sekitar 38 persen ke level Rp72 per saham. Padahal, harga saham produsen tisu basah itu cenderung stabil sejak awal tahun sebelum akhirnya tertekan dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, PT Dua Putra Makmur Tbk (DPUM) juga mengalami koreksi signifikan. Harga saham emiten manufaktur perikanan itu anjlok 34 persen ke Rp116 per saham. Penurunan ini tidak terlepas dari insiden kebakaran yang melanda pabrik perseroan di Pati, Jawa Tengah, yang memicu kekhawatiran investor terhadap kelangsungan operasional perusahaan.

Di sisi lain, sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar yang relatif besar juga ikut melemah meskipun tidak masuk dalam jajaran sepuluh besar top losers. Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) masing-masing turun 17 persen dan 13 persen dalam sepekan.

Berikut adalah sepuluh saham dengan penurunan terdalam pada pekan ini: PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) turun 38,26 persen, PT Dua Putra Makmur Tbk (DPUM) turun 34,09 persen, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) turun 32,00 persen, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) turun 25,44 persen, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) turun 23,04 persen, PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) turun 19,86 persen, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) turun 19,83 persen, PT Citra Buana Persada Tbk (CBPE) turun 19,75 persen, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) turun 19,50 persen, serta PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) turun 18,84 persen.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar