Kemensos dan Perpusnas Kolaborasi Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat
Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengumumkan kolaborasi strategis untuk menghadirkan perpustakaan modern dan lengkap di seluruh Sekolah Rakyat. Program strategis nasional ini bertujuan menciptakan pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat berstandar tinggi.
Komitmen Membangun Perpustakaan Berkualitas Internasional
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) menekankan pentingnya menghadirkan perpustakaan modern sebagai jantung kegiatan belajar di Sekolah Rakyat. "Kami membayangkan Sekolah Rakyat memiliki perpustakaan istimewa yang menjadi benchmark bagi sekolah lain. Perpustakaan modern mampu membangkitkan semangat belajar anak-anak," ujar Risma.
Desain dan pengelolaan perpustakaan akan diserahkan sepenuhnya kepada Perpusnas untuk memastikan pemenuhan standar nasional dan tujuan pemberdayaan sosial.
Dukungan Penuh Perpusnas untuk Penguatan Literasi
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyambut positif sinergi ini dengan komitmen penuh mendukung penguatan literasi inklusif. "Kami telah lama menjalin kemitraan dengan Kemensos dalam pemberdayaan masyarakat melalui membaca," jelas Syarif Bando.
Perpusnas mengintegrasikan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang telah diakui sebagai best practice internasional selama delapan tahun.
Rincian Bantuan Perpustakaan untuk 150 Sekolah Rakyat
Program Bantuan Sarana Perpustakaan Sekolah Rakyat mencakup:
- 1.500 judul buku untuk jenjang SD
- 1.500 judul buku untuk jenjang SMP
- 1.000 judul buku untuk jenjang SMA
- 250 judul buku digital untuk SMP dan SMA
- 2 rak buku per jenjang pendidikan
- 142 anjungan baca digital dengan akses koleksi Perpusnas dan Kemendikbud
Strategi Pendampingan Berkelanjutan
Survei Perpusnas mengungkap kondisi riil 150 Sekolah Rakyat:
- 19 sekolah tanpa tenaga perpustakaan
- 11 sekolah tanpa sarana-prasarana memadai
- 7 sekolah tanpa ruang perpustakaan
- 29 sekolah dengan keterbatasan pengelolaan koleksi
Data ini menjadi dasar penyusunan model bantuan berkelanjutan dengan pendekatan pendampingan intensif.
Integrasi dengan Ekosistem Literasi Lokal
Perpustakaan Sekolah Rakyat akan terintegrasi dengan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat sekitar. Pendekatan ini memastikan dampak literasi meluas beyond sekolah, menghidupkan ekosistem belajar komunitas.
"Literasi harus menjadi gerakan sosial yang mendorong partisipasi aktif masyarakat," tegas Syarif Bando menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi
31 Pelajar SMP di Gowa Diamankan Polisi Usai Konvoi Bawa Senjata Tajam
DWP Kemenko Perekonomian dan WBI Beri Penghargaan Kartini Muda ke Desainer Muda Pelestari Wastra Nusantara
PSG ke Final Liga Champions Usai Tumbangkan Bayern, Arsenal Jadi Lawan di Partai Puncak