Kemensos & Perpusnas Kolaborasi Bangun Perpustakaan Modern di 150 Sekolah Rakyat

- Selasa, 04 November 2025 | 15:24 WIB
Kemensos & Perpusnas Kolaborasi Bangun Perpustakaan Modern di 150 Sekolah Rakyat

Kemensos dan Perpusnas Kolaborasi Hadirkan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengumumkan kolaborasi strategis untuk menghadirkan perpustakaan modern dan lengkap di seluruh Sekolah Rakyat. Program strategis nasional ini bertujuan menciptakan pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat berstandar tinggi.

Komitmen Membangun Perpustakaan Berkualitas Internasional

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) menekankan pentingnya menghadirkan perpustakaan modern sebagai jantung kegiatan belajar di Sekolah Rakyat. "Kami membayangkan Sekolah Rakyat memiliki perpustakaan istimewa yang menjadi benchmark bagi sekolah lain. Perpustakaan modern mampu membangkitkan semangat belajar anak-anak," ujar Risma.

Desain dan pengelolaan perpustakaan akan diserahkan sepenuhnya kepada Perpusnas untuk memastikan pemenuhan standar nasional dan tujuan pemberdayaan sosial.

Dukungan Penuh Perpusnas untuk Penguatan Literasi

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyambut positif sinergi ini dengan komitmen penuh mendukung penguatan literasi inklusif. "Kami telah lama menjalin kemitraan dengan Kemensos dalam pemberdayaan masyarakat melalui membaca," jelas Syarif Bando.

Perpusnas mengintegrasikan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang telah diakui sebagai best practice internasional selama delapan tahun.

Rincian Bantuan Perpustakaan untuk 150 Sekolah Rakyat

Program Bantuan Sarana Perpustakaan Sekolah Rakyat mencakup:

  • 1.500 judul buku untuk jenjang SD
  • 1.500 judul buku untuk jenjang SMP
  • 1.000 judul buku untuk jenjang SMA
  • 250 judul buku digital untuk SMP dan SMA
  • 2 rak buku per jenjang pendidikan
  • 142 anjungan baca digital dengan akses koleksi Perpusnas dan Kemendikbud

Strategi Pendampingan Berkelanjutan

Survei Perpusnas mengungkap kondisi riil 150 Sekolah Rakyat:

  • 19 sekolah tanpa tenaga perpustakaan
  • 11 sekolah tanpa sarana-prasarana memadai
  • 7 sekolah tanpa ruang perpustakaan
  • 29 sekolah dengan keterbatasan pengelolaan koleksi

Data ini menjadi dasar penyusunan model bantuan berkelanjutan dengan pendekatan pendampingan intensif.

Integrasi dengan Ekosistem Literasi Lokal

Perpustakaan Sekolah Rakyat akan terintegrasi dengan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat sekitar. Pendekatan ini memastikan dampak literasi meluas beyond sekolah, menghidupkan ekosistem belajar komunitas.

"Literasi harus menjadi gerakan sosial yang mendorong partisipasi aktif masyarakat," tegas Syarif Bando menutup pernyataannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar