Ciujung Meluap, Tol Jakarta-Merak Lumpuh Akibat Banjir 10 Kilometer

- Selasa, 03 Februari 2026 | 11:15 WIB
Ciujung Meluap, Tol Jakarta-Merak Lumpuh Akibat Banjir 10 Kilometer

Hujan deras yang mengguyur pada Jumat (23/1/2026) lalu benar-benar membuat Sungai Ciujung di Cikande, Banten, tak bisa menahan diri. Airnya meluap, menerobos, dan akhirnya membanjiri ruas Tol Jakarta-Merak di sekitar KM 50. Akibatnya? Macet panjang tak terhindarkan. Bahkan keesokan harinya, Sabtu (24/1), air kembali naik dan mengacaukan lalu lintas di kedua arah.

Seorang pengendara, Lulu, merasakan langsung dampaknya. Ia melintasi lokasi itu Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB.

"Kemacetannya parah, sampai mengular sekitar 10 kilometer karena genangan air itu," ujarnya.

Data dari BPBD Provinsi Banten pada Jumat sore waktu itu mencatat, luapan air memang sudah memasuki area KM 50 Tol Cikande arah Merak. Kendaraan terpaksa melambat, membuat kepadatan lalu lintas semakin menjadi-jadi.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banten, Juli Kristianto, masalah ini sebenarnya pola yang kerap terjadi. "Penyebab banjir di tol sekitar KM 50 hingga KM 60 itu biasanya ya sungai di sekitarnya meluap saat hujan deras," jelasnya.

Nah, untuk mencegah kejadian serupa terulang, petugas langsung bergerak cepat. Mereka memasang barrier sebagai tanggul darurat sekaligus penghalang luapan air.

Upaya pemulihan pun digarap serius oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) bersama PT Marga Mandalasakti. Mereka membangun tanggul sementara di sisi jalan menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB). Panjang penanganannya sekitar 300 meter.

Kini, kondisi sudah berangsur pulih. Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, dalam keterangannya Selasa (3/2/2026), menyatakan ruas tol vital itu sudah bisa dilalui dengan aman.

"Ruas Tol Tangerang-Merak yang menjadi akses vital mobilisasi barang dan penumpang antara Pulau Jawa dan Sumatera telah kembali pulih. Semua golongan kendaraan sudah bisa lewat dengan aman," kata Dedi.

Sebuah solusi darurat yang diharapkan bisa menjadi tameng, setidaknya sampai musim hujan benar-benar usai.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar