Di sisi lain, sambil menunggu hitungan teknis dan realisasi solusi jangka panjang, Pemprov DKI tak tinggal diam. Tiga pompa stasioner baru telah dipasang di titik KM 13, 13A, dan 13B. Kapasitasnya cukup besar, mencapai sekitar 7.000 liter per detik jauh lebih kuat dari pompa sebelumnya.
Pramono juga menegaskan bahwa upaya normalisasi sungai tetap berjalan. Baik di Ciliwung, Cakung Lama, maupun Krukut. Semua itu bagian dari skema besar pengendalian banjir Ibu Kota.
Namun begitu, wacana flyover ini jelas menarik perhatian. Pramono sudah meminta Dinas Bina Marga untuk segera mengkajinya ulang. "Karena memang harus ada penyelesaian jangka menengah dan panjang," tegasnya.
Targetnya, persoalan banjir di kawasan itu bisa dituntaskan secara bertahap hingga 2027. Entah lewat rumah pompa, atau mungkin benar-benar lewat pembangunan flyover yang ambisius itu. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis
MAKI Pertanyakan Perbedaan Perlakuan KPK pada Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe
Dua Prajurit Marinir Gugur Disergap Kelompok Bersenjata di Maybrat
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah dari Puncak ke Jakarta, Arus Naik Padat