Lagi-lagi, PSM Makassar gagal meraih kemenangan. Di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/2/2026) lalu, mereka cuma bisa bermain tanpa gol melawan Semen Padang. Hasil imbang itu seperti menegaskan tren buruk yang sudah berlangsung cukup lama. Faktanya, dalam tujuh laga terakhir Super League 2025/2026, Pasukan Ramang belum sekalipun merasakan kemenangan. Sungguh situasi yang memprihatinkan.
Kalau dirinci, poin yang mereka kumpulkan cuma dua dari dua kali imbang. Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Yang paling mencolok adalah masalah produktivitas. Cuma dua gol yang berhasil dicetak, sementara gawang mereka sudah bolong sembilan kali. Performa lini serang jelas jadi sorotan utama, atau lebih tepatnya, titik lemah yang paling kentara.
Di ruang konferensi pers, pelatih Tomas Trucha terlihat lelah. Ia tak menampik bahwa timnya sedang terpuruk. Evaluasi mendalam, katanya, terus dilakukan. Tim analisis pun dilibatkan untuk membedah akar masalah ini sampai tuntas.
“Kami melakukan banyak analisis dan statistik. Jika Anda bertanya kepada analis kami, dia punya banyak pekerjaan dan tidak banyak tidur,”
ungkap pelatih asal Ceko itu. Jelas, tekanan sedang tinggi-tingginya.
Menurut Trucha, semua masalah berpusat di sepertiga akhir lapangan lawan. Kualitasnya sangat jauh dari harapan. “Masalah kami ada pada kualitas di 20 meter terakhir. Kualitas untuk mencetak gol, operan terakhir, dan umpan silang yang baik,” tegasnya. Singkatnya, mereka kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya dan mengubahnya menjadi gol.
Dihadang Lawan Kuat dan Didera Cedera
Namun begitu, Trucha juga punya alasan lain. Ia merasa jadwal yang dihadapi PSM belakangan ini memang berat. Coba lihat, dalam beberapa pekan, mereka harus berjibaku melawan tim-tim papan atas macam Persib Bandung, Madura United, dan Borneo FC. Bukan lawan yang mudah, tentu saja.
Di sisi lain, ruang gerak tim semakin sempit karena badai cedera. Beberapa pilar kunci seperti Savio dan Medina harus absen. Gledson pun belum bisa dimainkan dari menit awal melawan Semen Padang karena kondisi fisiknya yang belum optimal. “Anda bisa lihat berapa banyak pemain yang absen. Kami masih mencoba mendatangkan beberapa pemain baru untuk memperbaiki situasi,” ucap Trucha. Krisis pemain ini jelas memperparah keadaan.
Filosofi Bola yang Tersendat
Sejak dipegang Trucha, PSM sebenarnya punya cita-cita bermain dengan penguasaan bola. Tapi di lapangan, filosofi itu seperti menguap. Alih-alih membangun serangan dari belakang dengan umpan-umpan pendek, PSM justru lebih sering melepas umpan panjang yang jarang efektif. Statistik pertandingan melawan Semen Padang jadi buktinya: penguasaan bola cuma 33 persen. Lebih parah lagi, dari 11 percobaan tembakan, tidak satu pun yang mengarah ke gawang. Angka-angka itu bicara jelas tentang betapa tumpulnya serangan mereka.
Catatan Kelam Tujuh Laga Terakhir
- PSM Makassar 1-1 Persebaya
- PSM Makassar 0-1 Malut United
- Persib Bandung 1-0 PSM Makassar
- Borneo FC 2-1 PSM Makassar
- PSM Makassar 0-2 Bali United
- Persijap 2-0 PSM Makassar
- PSM Makassar 0-0 Semen Padang
Di tengah semua tekanan ini, Trucha masih berusaha menunjukkan optimisme. Harapannya, pemain-pemain baru yang akan datang di bursa transfer bisa menjadi angin segar. Bisa jadi titik balik untuk membangkitkan PSM dari keterpurukan. Tapi waktu terus berjalan, dan fans Juku Eja tentu sudah tidak sabar menunggu perubahan nyata.
Artikel Terkait
Persib Bandung Hadapi Ancaman Pembajakan dari Lion City Sailors dalam Perburuan Ronald Koeman Jr
Duel Persija vs Persib Resmi Pindah ke Samarinda, Jakmania Boleh Hadir Bobotoh Dilarang
David da Silva Cetak Rekor Top Skor Tertua Liga 1 di Usia 36 Tahun
Persaingan Tiga Klub Besar Memanas: Victor Dethan Dikabarkan Sepakat dengan Persija, Persebaya Buru Eksodus Pemain PSM