Mendikbudristek Buka Data Anggaran dan Proyek Strategis di Hadapan Komisi X

- Selasa, 03 Februari 2026 | 13:00 WIB
Mendikbudristek Buka Data Anggaran dan Proyek Strategis di Hadapan Komisi X

Pada Selasa (3/2) lalu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Brian Yuliarto, memenuhi undangan rapat kerja dengan Komisi X DPR. Agenda utamanya? Mengevaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus memaparkan rencana kerja untuk tahun depan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, ini berlangsung cukup intens.

Hetifah, di awal pertemuan, menegaskan fokus strategis Komisi X tahun ini. Mereka akan mengawal revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong agar kinerja Kemendikbudristek bisa lebih optimal lagi dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Ada beberapa kebijakan yang perlu mendapatkan perhatian khusus," ujar Hetifah.

"Misalnya, program-program yang diharapkan cepat berhasil seperti Sekolah Garuda. Lalu, rencana pendirian 10 universitas baru yang bekerja sama dengan Inggris, kami ingin tahu detailnya seperti apa," tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Brian punya banyak data untuk dibagikan. Ia membeberkan realisasi anggaran 2025 yang, secara umum, terbilang tinggi. Rata-rata penyerapan di seluruh kementerian mencapai 94,83 persen dari total pagu yang nyaris menyentuh Rp 58,5 triliun. Angka itu didorong oleh capaian unit seperti Kesekretariatan Jenderal yang hampir sempurna, 99,93 persen. Sementara, realisasi di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) berada di angka 63,72 persen.

Brian juga menyentuh soal bantuan pendidikan. Penerima beasiswa KIP Kuliah, katanya, telah mencapai lebih dari 1,1 juta orang. Sementara itu, program beasiswa afirmasi pendidikan tinggi menjangkau angka yang jauh lebih besar, yakni sekitar 13,8 juta orang.

Tak ketinggalan, sejumlah program pengembangan mahasiswa juga dipaparkan. Ada program magang berdampak yang melibatkan 1.250 peserta, program kreativitas mahasiswa untuk 2.750 orang, dan future leader camp yang diikuti 300 mahasiswa plus sejumlah tokoh. Lalu, untuk mendongkrak reputasi global, ada program peningkatan peringkat QS yang melibatkan 7 perguruan tinggi, serta program "jembatan ranking" untuk 28 kampus lainnya.

Bantuan Pemulihan Pascabencana Sumatera


Halaman:

Komentar