Hari Selasa siang itu, Istana Kepresidenan Jakarta kembali ramai. Sejumlah tokoh Ormas Islam terlihat mulai berdatangan sekitar pukul satu siang. Mereka dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto, dan isunya serius: menyikapi langkah Indonesia bergabung dengan dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump.
Di antara yang hadir, tampak Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis. Menurut pantauan, dia membawa sikap resmi organisasinya untuk disampaikan langsung ke pimpinan negara.
“Ya tentu ada sikap resmi dari MUI dan ada pandangan dari ormas-ormas lain,” ujar Cholil, sebelum masuk.
Dia lalu menjelaskan dasar pandangan mereka. “Kalau kita menyampaikan, pertama kita sebagaimana di dalam Al-Quran kita tidak boleh memperbudak manusia, kita menolak segala bentuk penjajahan. Ini sesuai strategi kita membela kemerdekaan Palestina.”
Namun begitu, Cholil menyebut mereka juga akan mendengarkan. “Nanti kita tunggu penjelasan dari Pak Presiden mengapa Indonesia bergabung.”
Suara serupa datang dari Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan. Baginya, dukungan untuk Palestina harus nyata, bukan sekadar wacana. Pemerintah diharapkan bisa menyuarakannya dengan penuh.
“Kita berharap tentu, ya, sebagai presiden mewakili negara Republik Indonesia terkait isu yang sedang hangat, yaitu board of peace,” kata Amirsyah.
Dia punya catatan khusus. “Ya, kalau perdamaian tentu jangan separoh-separoh.”
Pertemuan ini dinanti banyak kalangan. Apalagi isu BoP sendiri sempat mengundang pro-kontra di tingkat global. Kini, tinggal menunggu bagaimana hasil dialog di Istana itu nanti.
Artikel Terkait
Fraksi Gerinda Pantau Stok Beras Nasional di Gudang Bulog Cilacap, Sebut Surplus Pangan Mulai Tercapai
DPR Dorong Pembentukan Satgas Nasional untuk Hentikan Kekerasan Seksual di Pesantren
Menkeu Purbaya Perketat Restitusi Pajak, Ambang Batas PPN Turun Jadi Rp1 Miliar
Iran Klaim Rudalnya Hantam Kapal Perang AS di Teluk Oman, Washington Bantah