Hari Selasa siang itu, Istana Kepresidenan Jakarta kembali ramai. Sejumlah tokoh Ormas Islam terlihat mulai berdatangan sekitar pukul satu siang. Mereka dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto, dan isunya serius: menyikapi langkah Indonesia bergabung dengan dewan perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump.
Di antara yang hadir, tampak Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis. Menurut pantauan, dia membawa sikap resmi organisasinya untuk disampaikan langsung ke pimpinan negara.
“Ya tentu ada sikap resmi dari MUI dan ada pandangan dari ormas-ormas lain,” ujar Cholil, sebelum masuk.
Dia lalu menjelaskan dasar pandangan mereka. “Kalau kita menyampaikan, pertama kita sebagaimana di dalam Al-Quran kita tidak boleh memperbudak manusia, kita menolak segala bentuk penjajahan. Ini sesuai strategi kita membela kemerdekaan Palestina.”
Namun begitu, Cholil menyebut mereka juga akan mendengarkan. “Nanti kita tunggu penjelasan dari Pak Presiden mengapa Indonesia bergabung.”
Artikel Terkait
DPR Soroti Tren Whip Pink di Kalangan Remaja, Desak BNN Bertindak Tegas
Prabowo di Davos: Strategi Hedging Indonesia di Panggung Gaza
Empat Sekolah Garuda Siap Terima Siswa pada 2026, Fokus ke Daerah Tertinggal
Beijing Bergerak di Ruang yang Ditinggalkan Washington