Empat Sekolah Garuda pertama ditargetkan bisa menerima siswa baru pada Juli 2026 mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Senayan, Selasa lalu.
“Rencana besarnya sih ada 20 Sekolah Garuda,” ujar Brian. “Tapi untuk tahap awal, baru empat lokasi yang sedang kita garap. Target kita, tahun ajaran baru 2026, tepatnya Juli, mereka sudah bisa beroperasi penuh.”
Menurutnya, keempat sekolah perintis itu akan dibangun di Bangka Belitung, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi ini jelas punya alasan strategis.
“Kita fokus ke daerah-daerah yang selama ini belum punya akses ke sekolah unggulan setingkat SMA,” jelas Brian. “Jadi, ini upaya untuk menyeimbangkan kesempatan.”
Dengan kata lain, jangan harap melihat Sekolah Garuda berdiri di Pulau Jawa. Alasannya sederhana: di Jawa sudah banyak sekolah favorit dan berkualitas. Pemerintah ingin memprioritaskan wilayah yang selama ini merasa ‘ditinggalkan’ dalam hal pendidikan menengah atas.
“Di Jawa kan sudah sangat banyak pilihannya,” tambahnya. “Maka, pembangunan kita alihkan ke daerah lain yang memang membutuhkan.”
Proyek ambisius ini digarap bersama dengan Kemendikdasmen. Yang menarik, standar pendidikannya pun dikejar setara internasional. Harapannya jelas: menciptakan pusat-pusat talenta baru di berbagai penjuru tanah air.
“Dengan fasilitas dan metode terbaik, anak-anak daerah yang punya talenta bisa berkembang optimal di daerahnya sendiri,” papar Brian. “Pada akhirnya, ini soal pemerataan SDM unggul untuk Indonesia ke depan.”
Artikel Terkait
Kecelakaan Tol JORR Jatiwarna: Colt Diesel Pengangkut Jagung Terguling, Muatan Berserakan di Jalan
Mendagri Tito Karnavian Desak Kepala Daerah Hentikan Cara Konvensional Atasi Kemiskinan dan Pengangguran
Komisi VIII DPR Desak Hukuman Maksimal bagi Pimpinan Ponpes Tersangka Pemerkosaan Santriwati
Pengemudi Pajero Sport Tabrak Pedagang Buah di Duren Sawit, Langgar Pasal Tabrak Lari