Meta akhirnya menunjukkan taringnya di arena kecerdasan buatan. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu baru saja meluncurkan Muse Spark, model AI pertama yang lahir dari tim khusus bernama Superintelligence Labs. Tim ini dibentuk tahun lalu, dan tujuannya jelas: mengejar ketertinggalan dari para raksasa seperti Google dan OpenAI.
Tekanannya memang tidak main-main. Meta sudah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk ambisi AI-nya. Mereka perlu membuktikan bahwa semua investasi itu akan berbuah, dan bukan sekadar menghamburkan uang. Ambisi itu terlihat dari langkah agresif mereka merekrut Alex Wang, CEO Scale AI, dengan kesepakatan fantastis senilai 14,3 miliar dolar AS. Belum lagi paket gaji ratusan juta dolar yang mereka tawarkan untuk menarik insinyur-insinyur top.
Nah, soal Muse Spark ini, rencananya dalam beberapa minggu ke depan dia akan menggantikan model Llama lama. Artinya, chatbot di WhatsApp, Instagram, Facebook, bahkan kacamata pintar Meta, akan didukung oleh otak baru ini.
Lalu, seberapa bagus performanya? Menurut sejumlah evaluasi independen, Muse Spark punya cerita yang beragam. Di satu sisi, dia sanggup menyaingi model-model terbaik di pasaran untuk urusan pemahaman bahasa dan visual. Namun begitu, di bidang lain seperti pemrograman atau penalaran abstrak, dia masih ketinggalan. Bisa dibilang, ini awal yang solid, tapi belum sempurna.
Alex Wang sendiri tak menampik adanya celah itu. Lewat unggahan di media sosial, pemimpin tim superintelligence itu mengakui masih ada kekurangan.
"Tentu ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki seiring waktu," tulis Wang pada Rabu lalu.
Dia juga memberi isyarat bahwa ini baru permulaan. Versi Muse Spark yang lebih besar dan canggih lagi sedang dikembangkan. Dan yang menarik, Meta berencana untuk merilis beberapa dari model tersebut secara terbuka ke publik. Perlombaan AI jelas semakin panas, dan Meta tampaknya siap untuk terus menancap gas.
Artikel Terkait
OpenAI Siapkan Dana Lebih dari US$20 Miliar untuk Amankan Akses Chip Cerebras
Gejolak Selat Hormuz Picu Waktu Kirim Bahan Baku Plastik Melonjak hingga 50 Hari
Bandara Changi Catat Rekor Penumpang Meski Penerbangan Timur Tengah Anjlok
VIVA Apotek Akuisisi Penuh Farmaku, Perkuat Jaringan Ritel Farmasi