Di Gedung Pancasila yang megah, Kompleks Kemlu Jakarta, suasana bilateral terasa hangat Selasa lalu (3/2). Menteri Luar Negeri Sugiono bertemu dengan koleganya dari Slovakia, Juraj Blanar. Pertemuan itu tak sekadar formalitas. Blanar dengan tegas menyatakan kesiapan negaranya untuk membuka dan memperluas kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor.
Menariknya, bagi Blanar, semua harus berawal dari pendidikan. “Perluasan kerja sama di berbagai bidang harus dimulai lewat pertukaran pelajar,” ujarnya. Segalanya, menurut dia, bermula dari sana.
Namun begitu, Slovakia tak hanya menawarkan buku dan teori. Mereka datang dengan pengalaman konkret. Blanar kemudian membeberkan sejumlah bidang yang bisa digarap bersama.
“Bukan cuma di bidang teknik, meski kami punya pengalaman bagus di sana. Ini hal penting untuk menjawab banyak tantangan, terutama di negara berkembang,” jelas Blanar.
Ia menyebut sektor infrastruktur, ketenagalistrikan, sampai pengelolaan air dan sampah. “Pengelolaan air limbah, dan juga pengelolaan sampah yang sangat dibutuhkan saat ini di negara Anda,” tambahnya, menekankan poin-poin yang relevan dengan kondisi Indonesia.
Lalu, ada tawaran yang mungkin bagi sebagian orang terdengar cukup mengejutkan: kerja sama di bidang nuklir. Slovakia, rupanya, punya sejarah panjang di bidang ini.
“Kami punya pengalaman baik di bidang ini, lebih dari 60 tahun,” ungkap Blanar. Mereka bahkan berniat membangun pusat pendidikan nuklir di negaranya. Pengalaman mereka lengkap, mulai dari membangun, mengoperasikan, menangani insiden, hingga dekomisioning pembangkit.
Tawaran ini bukan tanpa alasan. Blanar menyadari Indonesia punya rencana besar. “Dan sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya, maka kami juga dapat memberikan keahlian kami di bidang ini,” katanya. Slovakia siap membagikan ilmunya.
Undangan untuk Investor Slovakia
Di sisi lain, Menlu Sugiono tak ketinggalan. Ia langsung menyambut positif dan mengajak lebih jauh. Sugiono mengundang investor Slovakia untuk menanamkan modal dan bermitra dengan Danantara, khususnya untuk proyek-proyek bersama kedua negara.
“Tentu saja melalui hal ini juga berarti kami mengundang para investor dan pelaku bisnis Slovakia untuk datang ke Indonesia,” kata Sugiono. “Bermitra dengan Danantara, serta mengimplementasikan sejumlah proyek yang menjadi kepentingan bersama.”
Sugiono juga menyambut baik penandatanganan MoU antara KADIN dan Slovak Investment and Trade Development Agency. Kerja sama perdagangan dan investasi itu, baginya, adalah komitmen nyata.
“Hal ini juga merupakan komitmen kuat lainnya dari komunitas bisnis kita,” ujarnya. Mereka bahkan sudah bertukar pandangan untuk memperdalam kolaborasi, utamanya di transisi energi, swasembada pangan, dan kesehatan.
Menanggapi hal itu, Blanar mengaku kunjungannya punya tujuan ekonomi yang jelas. Bukan cuma dengan Indonesia, tapi juga dengan ASEAN, di mana Indonesia memegang peran kunci.
“Kami juga membahas mengenai investasi,” kata Blanar. “Saya telah mendapatkan informasi mengenai dana investasi Danantara yang dapat menjadi peluang baik untuk membiayai program-program yang telah kita sepakati bersama.”
Ada satu hal lagi yang disepakati kedua menteri: fokus. Mereka setuju untuk memilih tiga atau empat prioritas kerja sama saja. “Agar lebih efektif,” kata Blanar. Terlalu banyak prioritas yang luas justru bisa menyulitkan implementasinya.
Untuk mewujudkannya, sebuah komisi bersama akan diselenggarakan. “Telah ada lima pertemuan sebelumnya dan pertemuan keenam akan diselenggarakan di Slovakia,” ungkap Blanar. Pertemuan itulah yang nantinya akan menjadi dasar memilih proyek-proyek mana yang benar-benar akan dikerjakan bersama secara mendalam.
Artikel Terkait
Bitcoin Tembus Rp1,39 Miliar, Tertinggi dalam Tiga Bulan Didorong Arus Dana Institusional
BRI Gandeng Grab, Beri Diskon Belanja dan Transportasi bagi Pemegang Kartu Kredit
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan