Selasa siang (3/2/2026) nanti, Istana Kepresidenan di Jakarta bakal ramai. Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan Ormas Islam untuk bertemu. Rencananya, pertemuan itu bakal digelar sekitar pukul 14.00 WIB.
Konfirmasi agenda ini datang dari Menteri Sosial yang juga Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dia menyatakan akan hadir bersama Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
"Iya benar ada agenda tersebut, jam 14.00 WIB," ujar Gus Ipul.
Meski begitu, Gus Ipul mengaku belum tahu pasti apa yang akan jadi bahan pembicaraan. "Saya belum mengetahui detail pembahasannya," tambahnya.
Di sisi lain, undangan juga sampai ke Muhammadiyah. Sekretaris Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyebut dirinya dan Syafiq Mughni akan mewakili organisasinya di Istana.
"Dari Muhammadiyah akan hadir Syafiq Mughni dan saya," kata Mu'ti.
Tak cuma NU dan Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) rupanya juga dapat undangan. Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, membenarkan hal itu.
"Ya saya juga diundang siang ini," ucap Cholil.
Menurutnya, pertemuan ini kemungkinan besar akan membahas satu isu spesifik: keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace. Dewan Perdamaian itu sendiri adalah inisiatif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Yang sampai ke saya tentang BoP," jelas Cholil Nafis singkat.
Jadi, selain silaturahmi, pertemuan siang ini tampaknya punya agenda diplomatik yang cukup penting. Kita lihat saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Penarikan Paksa Motor Ojol oleh Debt Collector di Depok Picu Kericuhan, Berujung Damai
Pengacara Yaqut Cholil Qoumas Bantah Keras Klaim KPK soal Penyitaan Uang 1 Juta Dolar AS
KAI Bangun Tugu Peringatan di Stasiun Bekasi Timur untuk Hormati 16 Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos