Megawati Hadiri Forum Kemanusiaan di Abu Dhabi, Didampingi Putra dan Rombongan PDIP

- Selasa, 03 Februari 2026 | 10:18 WIB
Megawati Hadiri Forum Kemanusiaan di Abu Dhabi, Didampingi Putra dan Rombongan PDIP

Minggu sore tanggal 1 Februari lalu, pesawat yang membawa Megawati Soekarnoputri mendarat di Abu Dhabi. Presiden kelima Republik Indonesia itu memulai kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab, yang rencananya bakal berlangsung selama seminggu penuh. Ia tak sendirian; putranya, Muhammad Prananda Prabowo yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, turut mendampingi dalam lawatan ini.

Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, rangkaian agenda internasional sudah menanti. "Selama berada di UAE, Ibu Megawati akan didampingi langsung oleh putranya, M. Prananda Prabowo," jelas Hasto lewat keterangan tertulisnya, Selasa (3/2).

Ia menambahkan, Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah bersama Andi Widjajanto dan Zuhairi Misrawi sudah lebih dulu tiba di Abu Dhabi untuk menyambut kedatangan Megawati. Andi sendiri menjabat Kepala Badan Riset PDIP, sementara Zuhairi adalah Duta Besar Indonesia untuk Tunisia yang juga mantan Ketua DPP bidang Agama.

Di bandara Al Bateen, sambutan hangat datang. Selain dari rombongan PDIP, Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha dan Menteri Negara UEA Saeed Bin Mubarak Al Hajeri juga menyambut. Obrolan pun mengalir santai, membahas pengalaman berkunjung ke Indonesia sampai cerita keluarga. Megawati bahkan sempat menjelaskan istilah "Bung" yang melekat pada ayahnya, Bung Karno.

Dalam percakapan itu, Saeed mengajaknya mengunjungi Museum Nasional Zayed di Pulau Saadiyat. Rupanya, Megawati sudah merencanakannya. "Beliau menyatakan rencananya untuk mampir ke museum tersebut pada 7 Februari mendatang," ujar seorang sumber.

Menghadiri Forum Bergengsi dan Pertemuan Penting

Fokus utama kunjungan ini adalah Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF). Megawati dijadwalkan menghadiri serangkaian acara, mulai dari upacara tahunan penghargaan, makan malam kenegaraan, hingga pertemuan meja bundar. ZAHF sendiri adalah penghargaan bergengsi yang lahir dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar di Abu Dhabi tahun 2019.

Bukan kali pertama Megawati terlibat. Tahun 2024 lalu, ia pernah duduk sebagai juri dan bahkan memperjuangkan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk menang di kategori organisasi kemasyarakatan. Ahmad Basarah yang menjelaskan hal ini.

Di sisi lain, agenda lain juga menanti. Megawati akan berbicara dalam International Human Fraternity Majlis yang mengangkat topik kepemimpinan perempuan. Forum itu akan dihadiri sejumlah ibu negara, seperti Nehmat Aoun dari Lebanon, Aseefa Bhutto Zardari dari Pakistan, dan Veronica Alcocer Garcia dari Kolombia.

Momen Spesial dengan Pemimpin UEA

Selain forum-forum resmi, ada satu janji pertemuan yang cukup menarik perhatian. Megawati diagendakan bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Syaikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan ini punya nuansa tersendiri, mengingat keduanya juga pernah bertemu langsung pada tahun 2025 lalu.

Basarah menyebut pertemuan ini sebagai momen spesial. "Dalam rangka memperkuat hubungan dan dialog kemanusiaan lintas negara," katanya. Kunjungan selama sepekan ini, tampaknya, tak sekadar seremonial. Ada upaya untuk merajut kembali hubungan personal dan memperdalam dialog yang sudah terjalin.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar