Seorang pemuda berinisial AP (23) ditemukan tewas setelah terjatuh dan tenggelam di saluran irigasi di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Peristiwa nahas itu diduga terjadi saat korban dalam kondisi mabuk minuman keras. Kejadian ini dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melalui kanal media sosial resmi mereka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, tepatnya pada 5 Mei 2026. Petugas Piket Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang menerima informasi awal dari pihak kepolisian sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah menerima laporan, tim bergerak menuju lokasi dan langsung melakukan pencarian terhadap korban.
“Pukul 04.30 WIB, BPBD Kabupaten Tangerang yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian, namun hingga menjelang siang korban belum ditemukan,” demikian pernyataan tertulis BPBD Kabupaten Tangerang.
Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Pos Damkar Kelapa Dua dan Basarnas Jakarta. Penyisiran dilakukan pada siang hari dan akhirnya membuahkan hasil setelah beberapa jam. Korban berhasil ditemukan pada pukul 13.15 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban yang merupakan warga asal Tegal, Jawa Tengah, diketahui sedang dalam pengaruh minuman keras. Sekitar pukul 00.00 WIB dini hari, AP bersama rekannya mengonsumsi minuman keras. “Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 00.00 WIB bahwa korban AP ini sedang dalam keadaan mabuk minuman keras bersama rekannya,” tulis BPBD dalam laporannya.
Setelah itu, korban pamit kepada temannya yang berinisial PA untuk pergi membeli makanan. Merasa curiga, PA kemudian berinisiatif menyusul korban. “Tepat di sungai atau kali Perumahan Arcadia Gading Serpong, dekat Danau Kelapa Dua, terlihat korban berada di tengah sungai dan tenggelam,” ujar petugas.
PA yang tidak bisa berenang tidak mampu memberikan pertolongan langsung. Ia pun berlari menuju rumah keluarga korban untuk mengabarkan kejadian tersebut. Keluarga korban segera datang ke lokasi dan melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, keluarga melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Polisi kemudian menghubungi BPBD Kabupaten Tangerang untuk meminta bantuan pencarian, yang berujung pada ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa siang.
Artikel Terkait
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Keluarga Terkendala Ekonomi
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Rangkaian Libur Akhir Pekan Panjang Terbentuk
Kecelakaan Maut di Ciseeng: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Pikap
PSI Tak Akan Beri Bantuan Hukum Institusional untuk Grace Natalie, Sebut Kasusnya Urusan Pribadi