Pertemuan penting digelar di Jakarta pada Senin lalu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) duduk bersama dengan perwakilan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), lembaga penyedia indeks global yang sangat berpengaruh. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Intinya, pihak otoritas kita menyampaikan sejumlah usulan solusi. Tujuannya jelas: menjawab berbagai kekhawatiran MSCI terkait pasar modal Indonesia.
Menurut Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, proposal yang diajukan berfokus pada dua hal utama: transparansi dan likuiditas. "Hari ini yang dilakukan adalah OJK bersama Bursa dan KSEI dalam mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan issue yang terkait dua hal utamanya," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (3/2).
"Kemudian kami sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan atas semua isu yang terkait," tambah Hasan.
Nah, salah satu poin krusial dalam proposal itu adalah soal data investor. Selama ini, klasifikasi investor yang dikelola KSEI cuma terbagi dalam sembilan tipe utama. Ke depan, rencananya akan diperluas jadi 27 sub-tipe. Langkah ini, yang mereka sebut peningkatan granularity, diharapkan bisa memotret profil investor dengan lebih rinci dan akurat.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Drastis, Sentuh Rp 2,8 Juta per Gram
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan Gedung Putih dan Rockefeller
Trump Pangkas Tarif India, Modi Balas dengan Komitmen Belanja Ratusan Miliar Dolar