Mulai 30 Januari kemarin, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango resmi ditutup untuk pendakian. Penutupan sementara ini bakal berlangsung sampai akhir Maret 2026 mendatang. Alasannya? Cuaca ekstrem yang sedang melanda kawasan tersebut.
Kabar ini sendiri sudah diumumkan lewat surat edaran bernomor 01 tahun 2026. Intinya, pihak pengelola tak mau ambil risiko dengan membiarkan pendaki masuk saat kondisi alam sedang tidak bersahabat.
Menurut unggahan di Instagram resmi taman nasional, @bbtn_gn_gedepangrango, pada Selasa lalu, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi.
"Penutupan dilakukan sebagai upaya antisipasi dan mitigasi risiko cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung, sekaligus sebagai upaya merawat ekosistem kawasan TNGGP,"
Jadi, bukan cuma soal keselamatan manusia, tapi juga untuk menjaga kelestarian alam di sana. Mereka khawatir, cuaca buruk bisa memicu insiden atau justru merusak lingkungan yang sudah rentan.
Nah, buat kamu yang sudah rencanain pendakian, sebaiknya tunda dulu. Pengelola secara khusus mengingatkan agar masyarakat patuh dan tidak coba-coba masuk.
"Selama masa penutupan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian serta tidak mudah tergiur oleh informasi atau tawaran pendakian yang tidak sesuai ketentuan. Mari menjaga keselamatan bersama dengan merawat keberlanjutan ekosistem,"
Intinya, jangan sampai tergoda tawaran pendakian ilegal yang mungkin masih beredar. Soalnya, selain berbahaya, hal itu juga bakal mengganggu upaya perawatan ekosistem yang sedang dilakukan. Mari kita tunggu saja sampai kondisi benar-benar aman dan hijauan di sana kembali pulih.
Artikel Terkait
Jorge Martin Rebut Pole Position MotoGP Belanda 2026, Dominasi Aprilia di Assen
Bukan Rumah, Tapi Kucing: Tempat Pulang yang Tak Pernah Menghakimi
Pramono Pastikan Proyek Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan
Pramono Ungkap Prioritas Sambut HUT ke-500 Jakarta: Transportasi Umum dan Air Bersih