Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan prioritas utama yang tengah dikerjakan pemerintahannya dalam menyambut HUT ke-500 Jakarta pada 2027. Dua fokus utama yang disorot adalah pembangunan transportasi umum dan penyediaan air bersih.
Hal ini disampaikan Pramono usai menghadiri malam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6). Menurutnya, prioritas tersebut diharapkan membuat masyarakat Ibu Kota lebih nyaman.
“Jadi yang paling utama kalau ditanya apa yang dipersiapkan untuk Jakarta itu membuat orang menjadi hidupnya lebih nyaman, lebih mudah, tersambung, terhubung,” ujar Pramono. “Jadi konektivitas menjadi hal yang penting. Penyediaan air bersih kemarin kita juga ada acara Water Hero itu juga penting. Jadi kalau ditanya apa yang paling penting kalau saya dengan satu kata, membuat nyaman,” tambah dia.
Untuk mewujudkan konektivitas itu, Pramono menargetkan sejumlah infrastruktur rampung sebelum Jakarta genap berusia 5 abad. Salah satunya adalah pembangunan jalur LRT dari Velodrome hingga Manggarai yang rencananya akan diresmikan pada Agustus mendatang.
“Nanti bulan seperti pada bulan Agustus, LRT dari Velodrome sampai dengan Manggarai kita resmikan. Dan kita akan segera melanjutkan (pembangunan LRT) dari Manggarai sampai Dukuh Atas,” tutur dia.
Pramono juga menyebut pengerjaan pedestrian deck Dukuh Atas di kawasan Semanggi diharapkan segera selesai dan menjadi kado ulang tahun Jakarta tahun ini. “Saya menargetkan Taman Semanggi ada empat sisi. Dua sisi harus selesai di akhir tahun ini, dua sisi selesai kado sampai dengan 22 Juni termasuk yang menghubungkan Pullman dengan Grand Hyatt dengan Kempinski dengan Mandarin kemudian turun ke bawah masuk ke MRT,” ungkap Pramono.
Selain infrastruktur transportasi, Pramono juga mencanangkan pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras Internasional sebagai bagian dari visi Jakarta sebagai kota global. Ia bahkan menyebut Jakarta saat ini sudah masuk ke posisi 53 dari 100 ibu kota terbaik dunia, melampaui Washington DC dan Abu Dhabi.
“Kemarin sebuah lembaga yang kredibel dari Brussels mengeluarkan hasil temuannya Jakarta sekarang ini nomor 53 dari 100 ibu kota dunia. Bagi saya yang paling penting lebih bagus dari Washington DC termasuk Abu Dhabi. Saya dulu membayangkan Abu Dhabi lebih bagus daripada kita ternyata Jakarta di survei itu lebih bagus,” ucap Pramono.
Ia menilai capaian itu menjadi pemacu Jakarta untuk terus meningkatkan daya saingnya sebagai kota global. “Bukan apa-apa, ini adalah hal yang kemudian memacu, memicu kita sebagai kota global. Kemudian simbolnya tadi kan menunjukkan simbol kota global,” jelasnya.
Di sisi lain, Pramono memastikan Pemprov DKI juga terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara dan memberikan kemudahan bagi mitra internasional yang ingin datang ke Jakarta. “Kita juga akan memberikan kemudahan. Bahkan saya setiap bertemu dengan pimpinan apakah itu wali kota, gubernur, bahkan menteri dari luar, saya menyampaikan silakan datang ke Jakarta. Sekarang Jakarta akan memberikan berbagai kemudahan,” tutur Pramono.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas internasional, Jakarta telah membuka rute penerbangan baru dari Kelantan, Malaysia. “Kemarin baru saja kita buka flight dari Kelantan, yang dulu hanya Penang kemudian Kuala Lumpur, sekarang Kelantan juga sudah ada dan beberapa tempat-tempat yang lain. Itulah yang menjadikan Jakarta semakin terbuka,” katanya.
Pramono mengatakan Pemprov DKI turut berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan bekerja di luar negeri melalui pelatihan bahasa sebelum keberangkatan. “Jadi ada yang ke Jepang, ada yang ke Kuala Lumpur, ada yang ke Jerman. Salah satu kelebihan orang Indonesia karena pekerja keras dan loyal, tetapi salah satu kelemahannya adalah bahasa. Sehingga sekarang sebelum mereka semua berangkat, kalau melalui Jakarta kita training dulu untuk bahasa,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Jorge Martin Rebut Pole Position MotoGP Belanda 2026, Dominasi Aprilia di Assen
Bukan Rumah, Tapi Kucing: Tempat Pulang yang Tak Pernah Menghakimi
Pramono Pastikan Proyek Kabel Bawah Tanah Segera Dilanjutkan
Program Cetak Sawah Rakyat di Papua Tingkatkan Produktivitas Padi hingga 7 Ton per Hektare