Seorang ibu mengaku kebingungan setelah anaknya yang bernama Gibran mengalami tantrum dan meminta nama tersebut diganti. Kejadian ini viral di media sosial Threads, tepatnya melalui unggahan akun @dwprmest, yang kemudian memicu perbincangan hangat warganet.
“Tolong dong warga, aku dan suami lagi bingung. Anakku tantrum minta ganti nama karena nama dia Gibran,” tulis sang ibu dalam unggahannya. Ia mengaku tidak menyangka bahwa nama yang ia pilih untuk buah hatinya pada tahun 2014, yang saat itu dirasa wajar, kini menjadi perdebatan. Kekhawatirannya muncul setelah pada tahun 2026 ini muncul figur publik bernama Gibran yang dinilai kontroversial. “Ya aku mana tau di kalo 2026 ada Gibran plenger yang minta petani menggendong Combine Harvester,” lanjutnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar. Salah satu warganet dengan akun @afadiarizqi berkomentar, “Kalo kata pak @dodok_jogja Lebanon dianugerahi Kahlil Gibran. Indonesia diuji dengan Bahlil dan Gibran.” Komentar ini merujuk pada perbandingan antara penyair legendaris dunia dan dua nama yang belakangan sering menjadi sorotan di Indonesia.
Nama Gibran yang disebut dalam unggahan itu memang identik dengan sosok sastrawan besar dunia. Kahlil Gibran adalah seorang penyair, penulis, filsuf, dan seniman keturunan Lebanon-Amerika yang lahir pada 6 Januari 1883 di Bsharre, Lebanon, dan meninggal pada 10 April 1931 di New York, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh sastra paling berpengaruh di abad ke-20 dengan gaya bahasa puitis yang sarat kedalaman spiritual.
Karya Kahlil Gibran mengangkat tema-tema universal seperti cinta, kematian, dan kebebasan. Karyanya yang paling terkenal adalah The Prophet (Sang Nabi), sebuah buku legendaris yang terbit pada 1923 dan berisi 26 prosa puitis tentang berbagai aspek kehidupan. Buku ini menjadi salah satu buku terlaris sepanjang masa dan telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa.
Selain The Prophet, Gibran juga menulis The Madman (Si Orang Gila), karya berbahasa Inggris pertamanya yang mengeksplorasi tema kesendirian dan kebebasan jiwa. Ia juga menulis Broken Wings (Sayap-Sayap Patah), sebuah novel romantis tragis yang mengkritik tradisi pernikahan paksa di Timur Tengah.
Gaya penulisan Gibran dikenal mistis, memadukan unsur spiritualitas Timur dan filsafat Barat. Bahasanya sederhana namun mendalam, menggunakan metafora alam yang mudah dipahami oleh pembaca awam. Selain menulis, Gibran juga seorang pelukis berbakat yang kerap mengilustrasikan bukunya sendiri.
Beberapa kutipan terkenal dari Kahlil Gibran yang abadi antara lain: “Cinta tidak memiliki dan tidak akan dimiliki, karena cinta telah cukup bagi cinta,” dari The Prophet, serta “Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi,” juga dari The Prophet. Kutipan lainnya, “Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit,” berasal dari karyanya Sand and Foam.
Artikel Terkait
BPS Dihujat Warganet karena Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026 Dianggap Terlalu Privat
Perempuan di Bandung Alami Penyekapan dan Kehilangan Penglihatan, Pakar Soroti Pentingnya Pendidikan Cegah Kekerasan Gender
Empat Calon Manajer Koperasi Desa Tewas saat Latihan Kemiliteran, Publik Soroti Prosedur Keselamatan
Paduan Suara Sulsel Guncang Aula Unipa Manokwari, Raih Standing Ovation di Pesparawi Nasional 2026