Di Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Aas Asnarisa sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti ke konter BRILink miliknya. Ramainya pengunjung pada siang itu menjadi bukti bahwa layanan BRILink bukan sekadar peluang usaha, tetapi juga akses keuangan yang sangat dibutuhkan warga sekitar.
Empat tahun lalu, Aas hanya memiliki konter kecil yang berdampingan dengan toko sembako miliknya. Ia bergabung menjadi agen BRILink pada akhir 2021 dan mulai beroperasi pada Januari 2022 setelah mempertimbangkan potensi usaha layanan transaksi keuangan. Perjalanannya tidak mudah. Di tahun pertama, ia belum memiliki mesin EDC dan hanya mengandalkan ponsel untuk melayani transaksi. Modal awal yang ia miliki hanya Rp 10 juta.
"Jadi bener-bener butuh perjuangan. Maksudnya biar orang-orang tuh percaya bahwa di saya bisa transaksi perbankan meskipun belum ada mesin waktu itu," kata Aas saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.
Tepat setahun kemudian, Aas akhirnya mendapatkan mesin EDC. Sejak saat itu, transaksi keuangan yang dilayani setiap harinya terus meningkat. "Karena kan saya bisa ngelayanin yang pakai kartu. Kalau yang belum ada mesin, saya hanya transaksi transfer aja," ujarnya.
Melihat potensi yang semakin besar, Aas merenovasi konter agar lebih layak sebagai mitra resmi BRI. Pada 2024, ia membuka dua cabang tambahan yang masih berada di sekitar Kampung Sawah. "Nah, setelah renovasi ini ya alhamdulillah transaksi makin bagus karena mungkin masyarakat percaya, karena saya agen resminya BRI," tuturnya.
Setiap cabang bisa melayani puluhan hingga ratusan transaksi per hari ketika kondisi ramai. Pelanggannya beragam, mulai dari pekerja bangunan, petani, hingga warga lain yang membutuhkan layanan transaksi sehari-hari. Saat ada bantuan program pemerintah yang dicairkan, warga berbondong-bondong datang ke warung BRILink milik Aas.
Membantu Ekonomi Keluarga
Dari setiap konter yang dikelolanya, Aas bisa mendapatkan penghasilan Rp 5 sampai Rp 10 juta per bulan. Menurutnya, peluang usaha ini cukup menjanjikan karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi keuangan terus ada. "Alhamdulillah potensial. Karena kan emang lokasinya ke bank jauh. Apalagi di kantor itu kan ramai ya biasanya antre," ujarnya.
Ia bersyukur penghasilan itu mampu meningkatkan perekonomian keluarga. "Alhamdulillah banget. Maksudnya bisa membantu perekonomian keluarga saya ini khususnya. Maksudnya lebih meningkatlah. Bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga," kata Aas. Ia juga memberdayakan dua orang adiknya untuk mengelola dua cabang BRILink.
Tak hanya itu, keberadaan BRILink juga dirasakan manfaatnya oleh warga kampung. "Jika saya tutup aja pada ditanyain gitu, 'Kapan buka? Mau transfer atau mau tarik tunai.' Jadi, alhamdulillahnya bisa ngebantu masyarakat di sekitar sini gitu," katanya.
Cara Aas Hadapi Tantangan
Mengelola BRILink tidak lepas dari tantangan. Aas pernah menghadapi upaya penipuan dan transaksi menggunakan uang palsu. Untuk mengatasinya, ia fokus menjalankan usaha sesuai standar BRI dan menjaga kepercayaan masyarakat. "Kita transaksi setelah uang kita terima. Itu intinya, maksudnya. Jadi nggak percaya nih sama saudara atau keluarga atau tetangga, 'Kirim dulu.' Nah, itu di saya enggak bisa," tuturnya.
Ke depan, Aas berharap konter BRILink miliknya terus berkembang. "Mudah-mudahan saya ingin buka cabang lagi, Pak. Jadi bisa membantu perekonomian," imbuhnya.
Komitmen BRI Hadirkan Layanan Dekat Masyarakat
Kepala BRI Unit Setu Bekasi, Setia Adi, menyambut positif layanan transaksi keuangan Agen BRILink yang menjadi andalan warga. "Kami memang membawa layanan BRI sampai ke depan rumah mereka ibaratnya sekaligus menciptakan usaha baru bagi masyarakat," kata Adi. Ia menegaskan BRI akan terus melakukan perluasan Agen BRILink untuk menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. "Kami memang ekspansi terus untuk memperluas Agen BRILink ke pelosok-pelosok karena memang itu juga target kita untuk kepanjangan BRI untuk mempermudah transaksi tapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi desa," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jadwal Salat dan Buka Puasa Surabaya, 29 Juni 2026
Gus Yaqut Dibantarkan ke RS Polri, KPK Kawal Ketat Proses Perawatan
Pesawat Terjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Tabrak Lari di Semarang: Hyundai Ngebut, Lima Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun