Rumah MC Challenge Hafalan Al-Quran di Ancol Didatangi Massa, Polisi: Salah Alamat

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Rumah MC Challenge Hafalan Al-Quran di Ancol Didatangi Massa, Polisi: Salah Alamat

Sejumlah warga dan anggota ormas mendatangi sebuah rumah di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (11/8) malam. Mereka mengira rumah tersebut adalah kediaman MC yang terlibat dalam video challenge hafalan Al-Quran berhadiah minuman keras di booth Newport dalam acara The Sound Project, Ancol.

Kedatangan massa sekitar pukul 19.30 WIB itu sempat menimbulkan ketegangan. Namun, polisi yang tiba di lokasi segera memberikan penjelasan sehingga massa membubarkan diri.

Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi mengatakan massa salah memahami lokasi. Rumah yang didatangi bukan tempat tinggal MC tersebut, melainkan rumah orang tua sang MC yang telah meninggal dunia. Meski begitu, MC tersebut masih sesekali datang ke rumah itu.

“Jadi mereka itu kan nggak paham, makannya saya kasih pemahaman akhirnya mereka membubarkan diri,” kata Akhmadi saat dihubungi, Rabu (12/8).

Menurut Akhmadi, saat massa datang, MC tersebut tidak berada di lokasi. Polisi memastikan situasi aman dan tidak terjadi kericuhan. “Saya kasih pemahaman, bahwa itu sudah ditangani sama polisi,” lanjutnya.

Klarifikasi Polisi

Video yang menjadi pemicu kedatangan massa viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seseorang membaca atau menghafalkan Surat Ad-Dhuha di sebuah booth minuman beralkohol dalam acara musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Dalam narasi yang beredar, pembacaan atau hafalan ayat Al-Quran itu disebut sebagai challenge dengan hadiah berupa satu botol minuman keras.

Polisi sebelumnya telah menyelidiki kejadian tersebut. Polsek Pademangan menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak event organizer (EO) dan MC acara tenant minuman keras tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik Polsek Pademangan melakukan pemeriksaan terhadap pihak EO dan MC di Polres Jakarta Utara pada Selasa (11/8).

“Polsek Pademangan berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk membantu kelancaran proses hukum. Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi, Selasa (11/8).

Budi menambahkan, polisi juga akan memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait kejadian tersebut. “Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara. Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut,” ujarnya.

Penyelenggara Mengecam

Penyelenggara The Sounds Project sebelumnya juga mengecam aksi tersebut. Mereka menyatakan tindakan menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk tidak pernah mendapat persetujuan dari pihak penyelenggara. Pihak penyelenggara juga menyebut telah menegur sponsor terkait dan mengawal proses identifikasi pihak-pihak yang terlibat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler