Kejuaraan berkuda Mantena Cup Jakarta 2026 FEI CSI1* International Jumping Competition Piala Gubernur DKI Jakarta tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet Indonesia menuju kancah internasional. Presiden Mantena Cup 2026, Adinda Yuanita, mengatakan kompetisi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan para rider nasional agar mampu bersaing di tingkat Asia.
Kejuaraan yang berlangsung di Equinara Pulomas pada 26 hingga 28 Juni itu mempertemukan rider dari berbagai negara. Hal ini memberikan kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional. Adinda menambahkan, kehadiran kompetisi internasional di Indonesia akan berdampak positif terhadap perkembangan kualitas atlet nasional.
"Nah dengan adanya pertandingan ini kita bisa melihat bahwa ini pasti akan sangat memotivasi dan menaikkan kompetensi dari atlet-atlet Indonesia," ujar Adinda dalam tayangan Metro Sport Metro TV, Sabtu 27 Juni 2026.
Menurutnya, Mantena Cup menjadi bagian dari peta jalan pembinaan atlet berkuda Indonesia menuju Asian Games 2026 dan SEA Games 2027, sekaligus mengukur daya saing rider Tanah Air di level Asia.
Pada kelas CSI 1, rider Indonesia Nathanael Gabriel Stefano bersama kuda Let's Go berhasil keluar sebagai juara. Sementara di kelas CSI 2, gelar juara diraih rider Iran Arvin Moradi bersama kuda Leandro.
Kejuaraan ini juga menerapkan sistem borrowed horse atau kuda undian, yang mengharuskan setiap rider beradaptasi dengan kuda yang baru dikenalnya dalam waktu singkat. Format tersebut dinilai mampu mengasah kemampuan teknis, adaptasi, serta chemistry antara atlet dan kuda sebagai bekal menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
Artikel Terkait
Menteri Haji Resmi Buka Islamic Expo 2026, Dorong Pariwisata Dua Arah dengan Saudi
Iuran Rp2.000 per Hari, Warga Bantaran Sungai di Yogyakarta Renovasi 165 Rumah
Adik Bandar Narkoba Ko Erwin Segera Disidang, Berkas TPPU Dinyatakan Lengkap
Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Capai 1.430 Orang