Banjir Mengganas, Ribuan Jiwa di Jawa Tengah Terjebak Genangan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 15:50 WIB
Banjir Mengganas, Ribuan Jiwa di Jawa Tengah Terjebak Genangan

Banjir Meluas di Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak

Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu dini hari (18/1) membuat situasi banjir di Jawa Tengah kian parah. Wilayah terdampak terus bertambah, tak hanya Pati, Jepara, dan Kudus. Menurut laporan terbaru BNPB, genangan air kini juga melanda Kabupaten Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas.

Di Batang, keadaan sudah mulai genting sejak Jumat (16/1). Empat desa dan lima kelurahan dikepung banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 cm hingga lebih dari satu meter. Dampaknya luar biasa, sekitar 15.184 jiwa harus berhadapan dengan genangan yang tak kunjung surut hingga Sabtu kemarin.

“Sebanyak empat orang dilaporkan mengungsi di Masjid Al-Ikhlas Batang,”

kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam rilis tertulisnya hari Minggu.

Tim BPBD setempat sudah turun ke lapangan untuk menilai kerusakan dan berkoordinasi. Sayangnya, pendataan kerugian material masih berjalan. Semuanya serba belum pasti.

Nasib serupa dialami warga Pemalang. Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Comal sejak Jumat lalu. Tiga kecamatan Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan terendam dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa titik.

“Tinggi muka air tercatat antara 40-150 cm. Akibatnya, sebanyak 92 warga dari total 13.178 jiwa terdampak harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman,”

jelas Aam, sapaan akrab Abdul Muhari.

Kabarnya, kondisi di Randudongkal sudah mulai membaik. Tapi di Ulujami dan Petarukan, genangan masih terlihat jelas. Warga belum bisa bernapas lega.

Sementara itu, di Pekalongan, hujan lebat dini hari Sabtu (17/1) ditambah limpasan dari Sungai Bremi membanjiri tiga kecamatan sekaligus: Pekalongan Timur, Barat, dan Selatan. Korban mengungsi pun bertambah banyak.

“Sebanyak 800 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di tujuh titik pengungsian,”

tuturnya.

Banjir ini bahkan mengacaukan layanan transportasi. Jalur kereta api di KM 88 6/7 antara Stasiun Pekalongan dan Sragi terpaksa terganggu.

Tak cuma banjir, cuaca ekstrem juga merusak rumah-rumah warga di bagian selatan Jawa Tengah. Di Magelang, hujan disertai angin kencang menghantam Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo. Akibatnya, 34 unit rumah mengalami kerusakan ringan.

Hampir bersamaan, angin kencang juga menerjang Desa Kotayasa di Banyumas pada Jumat lalu. Kerusakan di sini lebih parah: 165 unit rumah rusak.

“BPBD Kabupaten Banyumas telah melakukan asesmen di lapangan dan mencatat sebanyak 169 kepala keluarga terdampak kejadian ini,”

pungkas Abdul Muhari.

Situasinya benar-benar rumit. Dari banjir yang meluas hingga angin yang merobohkan, ribuan keluarga di Jawa Tengah kini sedang berjuang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar