Posisi kedua diraih Ade Kurniawan lewat CIP Janggel. Usahanya fokus mengolah limbah tongkol jagung yang biasanya dibakar dan jadi polusi menjadi produk kerajinan bernilai tinggi. Mulai dari dekorasi rumah, furnitur, hingga briket. Konsep zero waste-nya membuka lapangan kerja sekaligus memberi edukasi kriya bagi warga desa.
Sementara itu, Yoga Angkawijaya Kristiawan dari UGM membawa pulang juara ketiga dengan FoodLoop. Ini adalah ekosistem berbasis komunitas untuk memerangi food waste. Mereka menyediakan Food Sharing Station untuk distribusi surplus makanan dan Waste Upcycling Point untuk olah sampah organik. FoodLoop juga jadi penghubung antara pelaku usaha kuliner dengan perusahaan yang ingin menjalankan program CSR/ESG mereka secara lebih terukur.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa GenKBiz adalah wujud nyata komitmen bank tersebut.
“KB Bank percaya generasi muda punya peran strategis untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Kunardy. “Melalui GenKBiz, kami ingin mendorong lahirnya wirausaha yang tak cuma kejar profit, tapi juga beri dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.”
Harapannya, program semacam ini bisa jadi katalis. Memicu lahirnya lebih banyak pelaku usaha muda yang tak hanya tumbuh sustainable, tapi juga ikut menguatkan pondasi ekonomi lokal dan nasional ke depannya.
Artikel Terkait
IHSG Coba Bangkit Usai Anjlok, Analis Proyeksi Pergerakan Sempit
Empat Saham Kembali ke Pasar, Masuk Papan Khusus Setelah Masa Suspensi
Harga Emas Antam Anjlok Drastis, Sentuh Rp 2,8 Juta per Gram
Timah Kolaps 10%, Minyak Tergelincir: Pasar Komoditas Dibanjiri Sinyal Merah