Di Auditorium Mutiara STIK/PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (16/7) lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo punya komitmen jelas. Anggota Polri yang berprestasi bakal dapat penghargaan. Tapi yang melanggar? Siap-siap saja menerima konsekuensinya. "Yang baik kita beri reward. Namun yang melanggar, kita tidak pernah ragu untuk memberikan punishment," tegas Sigit usai menghadiri acara Hoegeng Awards 2025.
Acara penghargaan itu sendiri, menurutnya, punya tujuan yang lebih dalam. Bukan sekadar seremonial. Jenderal Sigit berharap Hoegeng Awards bisa benar-benar memotivasi anak buahnya untuk meneladani nilai-nilai dari almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso. Figur legendaris yang dikenal sebagai "polisi jujur" itu dianggapnya sebagai panutan abadi.
"Apa yang menjadi jejak peninggalan almarhum Hoegeng Iman Santoso harus terus mendorong semangat kami semua," ucap Kapolri. Khususnya, lanjut dia, untuk mendorong seluruh jajaran Polri agar selalu memberikan yang terbaik buat masyarakat.
Menariknya, Sigit justru merendah ketika bicara soal para penerima penghargaan. Baginya, sosok-sosok yang terpilih itu benar-benar luar biasa. "Mungkin kalau saya diikutkan dalam lomba kategori Hoegeng Awards ini, terus terang, pasti saya tidak lolos," akunya tanpa tedeng aling-aling.
"Karena apa pun, mereka luar biasa," sambungnya.
Rendah hati itu bahkan dibawanya lebih jauh. Kapolri tak merasa sungkan untuk justru belajar dari bawahannya sendiri dalam hal integritas. "Dan saya tidak malu. Walaupun mereka anak buah saya, tapi terkait masalah integritas, saya mungkin juga harus mencontoh kalian," ungkap Sigit dengan nada serius.
Di sisi lain, momen haru sempat terselip. Saat Kepala SPN Polda Sulawesi Tengah, Kombes Seminar Sebayang, menerima penghargaan untuk kategori polisi berintegritas, dia justru tidak meminta apa-apa untuk dirinya. Permintaannya sederhana: perbaikan gudang logistik tempatnya bertugas. Respons Kapolri pun langsung personal.
"Yang penting saya titip," kata Sigit, menatap Sebayang yang berdiri tegap. "Karena ini disaksikan orang banyak, disaksikan petinggi-petinggi, kategori integritas itu sangat berat. Tolong pertahankan."
"Siap, Jenderal!" jawab Seminar Sebayang, tegas.
Pesan itu tak berhenti di situ. Kapolri juga berharap sang perwira menengah lulusan Akpol 1994 ini bisa menularkan semangatnya. "Ajak teman-temanmu untuk bisa melakukan hal sama denganmu," pinta Sigit.
"Siap, Jenderal!" jawab Sebayang sekali lagi, mengakhiri percakapan singkat yang sarat makna di atas panggung penghargaan.
Artikel Terkait
Hakim Minta Ahli Kimia Hadir di Sidang Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Oditur Masih Pertimbangkan
Sidang Korupsi Nadiem Makarim Memanas, Ahli BPK Kritik Metode Audit Kerugian Negara
Persib Hormati Keputusan Liga Indonesia, Laga Tandang Lawan Persija Resmi Pindah ke Samarinda
Tanah Longsor di Tapanuli Utara Akibat Hujan Deras, Dua Orang Tewas dan Jalan Nasional Putus