Selasa kemarin (3/2/2026), suasana di Bursa Efek Indonesia sedikit lebih ramai. Pasalnya, BEI akhirnya membuka kembali perdagangan untuk empat saham yang sebelumnya dibekukan. Emiten-emiten itu kembali melenggang di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Keempat saham tersebut adalah ELPI milik PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, ROCK (PT Rockfields Properti Indonesia Tbk), SINI (PT Singaraja Putra Tbk), dan INDS (PT Indospring Tbk.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyatakan dengan jelas:
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham ELPI, ROCK, SINI, dan INDS dibuka kembali mulai sesi I tanggal 3 Februari 2026."
Namun begitu, kembalinya mereka ke pasar punya catatan khusus. Semua saham ini akan ditempatkan di papan pemantauan khusus dan diperdagangkan dengan mekanisme full call auction atau FCA. Keputusan ini wajar, mengingat status suspensi mereka telah berlangsung lebih dari satu hari bursa berturut-turut. Durasi penangguhannya sendiri bervariasi.
ROCK, misalnya, sudah absen hampir dua pekan sejak 20 Januari lalu. Nasib serupa menimpa SINI yang juga disuspensi sejak tanggal yang sama, dan sebelumnya memang sudah tercatat di papan FCA dengan notasi X.
Di sisi lain, INDS menjalani masa suspensi delapan hari perdagangan, dimulai 21 Januari. Sementara ELPI relatif lebih singkat, cuma dua hari sejak Senin (1/2/2026).
Menariknya, momentum keempat saham ini sebelum dibekukan cukup panas. Mereka seperti sedang dalam tren naik yang kuat. Saham ELPI, contohnya, terakhir terkerek 24,89 persen ke harga Rp1.405 dan mengalami auto reject atas pada Jumat (30/1).
ROCK juga menyentuh ARA 25 persen, terpantau di level Rp2.700 tepat sebelum suspensi. SINI tak kalah, menguat hampir 10 persen ke Rp19.200 dan juga kena ARA di papan FCA.
INDS punya cerita serupa. Sahamnya melonjak 24,17 persen ke Rp745, dan kemudian terkena auto reject atas juga.
Kini, dengan aturan main baru di papan khusus, investor pasti akan mengamati dengan saksama bagaimana kelanjutan riwayat keempat saham ini. Apakah momentum bullishnya masih tersisa, atau justru meredup setelah jeda yang cukup panjang.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi Terhenti di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Wall Street Melemah, Reli Saham Teknologi dan Intel Terkoreksi