Presiden Donald Trump kembali mengambil langkah tegas. Kali ini, dengan mendeklarasikan keadaan darurat nasional, ia mengeluarkan arahan untuk memblokir pendapatan dari penjualan minyak Venezuela di masa depan. Langkah ini, menurut Gedung Putih, adalah upaya untuk mengendalikan aliran dana tersebut.
Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Sabtu lalu punya tujuan yang jelas. Ia ingin melindungi pendapatan minyak Venezuela yang saat ini disimpan di rekening Departemen Keuangan AS. Intinya, dana itu akan diblokir agar tidak bisa diakses oleh para kreditor Venezuela. Dengan cara ini, uang itu tak bisa disita untuk melunasi utang atau klaim hukum lainnya yang menumpuk.
"Memastikan dana ini disimpan untuk memajukan tujuan kebijakan luar negeri AS," begitu bunyi penjelasan resmi dari Gedung Putih.
Pemerintahan Trump bersikukuh bahwa dana yang disimpan itu tetaplah hak milik kedaulatan Venezuela, meski berada di bawah pengawasan AS. Statusnya khusus, untuk tujuan pemerintah dan diplomatik, sehingga tidak boleh diganggu gugat oleh klaim-klaim dari pihak swasta.
Artikel Terkait
Polri Bentuk Satgas Haji 2026 Cegah Penipuan yang Rugikan Masyarakat Rp92,64 Miliar
AS Kerahkan Dua Kapal Perang ke Selat Hormuz, Iran Bantah dan Klaim Kendali Penuh
Polri Gagalkan 1.243 Calon Jemaah Haji Ilegal Sepanjang 2025
Harley-Davidson Luncurkan Platform Ride untuk Transformasi Merek dan Perkuat Komunitas