Sepuluh Pemain Diaspora Bela Klub Super League, Persiapan Timnas Dipermudah

- Senin, 02 Maret 2026 | 05:15 WIB
Sepuluh Pemain Diaspora Bela Klub Super League, Persiapan Timnas Dipermudah

Angin Segar untuk Garuda? Sepuluh Pemain Diaspora Kini Main di Super League

JAKARTA – Ada kabar menarik buat Timnas Indonesia. Menjelang Piala AFF 2026, sepuluh pemain diaspora memutuskan untuk merumput di Super League musim 2025/2026. Situasi ini tentu saja jadi angin segar. Pasalnya, jumlah pemain naturalisasi yang bermain di kompetisi domestik memang melonjak drastis tahun ini.

Semuanya berawal dari lima nama yang lebih dulu pulang. Jordi Amat, Eliano Reijnders, Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven memilih Super League sejak awal musim. Lalu, di bursa transfer paruh musim, gelombang kedatangan makin deras. Lima pemain lagi menyusul: Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Dion Markx, dan Cyrus Margono.

Eksodus ini, bagi banyak pihak, adalah momentum penting. Terutama saat Garuda harus berlaga di turnamen di luar kalender FIFA seperti Piala AFF nanti. Pelatih John Herdman bisa sedikit lega. Dia tak perlu lagi pusing minta izin pelepasan pemain ke klub-klub luar negeri. Mereka semua sudah ada di sini.

Tapi, benarkah keuntungannya sebesar itu?

Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, punya pandangan lain. Menurut dia, dampaknya tak terlalu signifikan. Keuntungan utama cuma terasa saat pemusatan latihan (TC) digelar.

“Keuntungannya tidak banyak. Timnas hanya diuntungkan saat TC,”

Kesit menjelaskan hal itu kepada media, Minggu (1/3/2026).

“Para pemain diaspora yang berkiprah di Super League lebih mudah dikumpulkan dan sudah bisa langsung beradaptasi. Mereka lebih cepat menyatu dengan iklim sepakbola nasional, khususnya dengan pemain-pemain timnas yang berasal dari klub Super League.”

Namun begitu, situasi ini jelas lebih baik ketimbang dulu. Bayangkan jika mereka masih bermain di Eropa atau tempat lain. Waktu tempuh perjalanan yang lama, plus proses adaptasi cuaca dan membangun chemistry dengan rekan setim, pasti jadi tantangan ekstra buat pelatih.

Ujian pertama akan datang cepat. Timnas Indonesia akan tampil di FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 27-30 Maret mendatang. Turnamen mini itu menghadirkan empat negara: Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan St. Kitts and Nevis.

Jadwalnya, Garuda bakal berjumpa St. Kitts and Nevis dulu pada 27 Maret. Kemenangan akan membawa mereka ke final, melawan pemenang laga Kepulauan Solomon vs Bulgaria. Kehadiran para pemain diaspora di liga lokal tentu jadi faktor yang berharga. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan cuma untuk FIFA Series, tapi juga sebagai pemanasan menuju Piala AFF 2026.

Jadi, apakah ini solusi sempurna? Belum tentu. Tapi setidaknya, ini langkah awal yang cukup menggembirakan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar