Kasus Hogi Minaya yang sempat ramai itu akhirnya berhenti. Kejaksaan Negeri Sleman secara resmi menghentikan penanganan perkara terhadap Adhe Pressly Hogiminaya, pria 43 tahun yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait tewasnya dua pelaku jambret. Alasan penghentiannya, demi kepentingan hukum.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto, pada Jumat (30/1/2026).
"Berdasarkan kewenangan undang-undang, saya selaku penuntut umum mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan," jelas Bambang.
Surat bernomor TAP-670/M.4.11/Eoh.2/01/2026 itu resmi dikeluarkan sehari sebelumnya, tepatnya tanggal 29 Januari 2026.
Bambang kemudian merinci pertimbangan hukum di balik keputusan ini. Menurutnya, langkah ini merujuk pada Pasal 65 huruf m UU No. 20 Tahun 2025 tentang KUHAP dan juga Pasal 34 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dasar hukum itulah yang menjadi pijakan.
"Saya ulangi, menutup perkara demi kepentingan hukum atas nama tersangka Ade Pressly Hogiminaya bin Kornelius Suhardi," tegasnya sekali lagi.
Di sisi lain, proses administrasi sudah berjalan. Dokumen penetapan itu sendiri telah diserahkan kepada kuasa hukum Hogi, Teguh Sri Raharjo, pada hari Jumat kemarin. Dengan demikian, secara formal, kasus ini sudah ditutup.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi