Sorotan pada Yuran, PSM Makassar Terperosok dalam Krisis Performa

- Selasa, 27 Januari 2026 | 08:30 WIB
Sorotan pada Yuran, PSM Makassar Terperosok dalam Krisis Performa
Kondisi PSM Makassar

Lima kekalahan berturut-turut. Itulah kenyataan pahit yang kini menghantui PSM Makassar. Situasinya jelas sudah mengkhawatirkan. Di tengah tekanan ini, tuntutan agar para pemain mengeluarkan sepenuh hati di lapangan pun kian keras terdengar.

Sejak Tomas Trucha mengambil alih kursi kepelatihan, tim kebanggaan Makassar ini ternyata belum sekalipun merasakan kemenangan. Enam laga, nol kemenangan. Bagi para suporter, akar masalahnya seringkali terlihat jelas: kesalahan individual. Dan satu nama yang terus menerus jadi sorotan adalah Yuran Fernandes.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, pemain berpaspor Tanjung Verde itu kerap melakukan blunder yang berakibat fatal. Bahkan, menurut sejumlah pengamat di tribun, penampilannya sudah jauh berbeda. Dia seperti kehilangan gairah, terutama setelah kabar kepindahannya ke Persebaya Surabaya mencuat ke permukaan.

Gelagat itu diamini oleh Sulyadi Abbas dari Komunitas VIP Utara (KVU). Menurutnya, tanda-tandanya sudah terlihat nyata.

"Sepertinya dalam beberapa pertandingan terakhir, Yuran sudah tidak sepenuh hati bersama PSM. Karena banyak kesalahan berujung pada kekalahan," ujarnya.

Dulu, kehadiran Yuran di lini belakang selalu memberi rasa aman. Dia bagai benteng kokoh bersama Aloisio Neto Soares. Sekarang? Semuanya berubah. Dia terlihat ogah-ogahan. Performa gemilangnya seakan menguap.

"Dulu, kan, Yuran jantung pertahanan yang kokoh. Kita merasa kalau Yuran main, berarti pertahanan aman. Tetapi sekarang kondisinya berbeda, Yuran seperti ogah-ogahan. Jadi kalau memang sudah tidak 100 persen di PSM, ya, angkat kaki saja, jangan sampai berpengaruh ke pemain yang lain," tuturnya lagi.

Pria yang akrab disapa Adit itu mendesak manajemen dan pelatih untuk segera bertindak. Dia khawatir mental Yuran yang terlihat setengah hati ini bisa menular.

"Kami berharap manajemen dan pelatih bisa bicara dari hati ke hati kepada Yuran. Apalagi kan dia kapten tim, jadi performanya sangat mempengaruhi pemain yang lain. Jangan sampai pemain lain semangat, tapi karena lihat Yuran sudah setengah hati, yang lain ikut-ikutan drop juga," harapnya.

Soal Menghargai Kontrak

Dari sudut pandang lain, pengamat sepak bola Syamsuddin Umar angkat bicara. Baginya, ini soal profesionalisme. Seorang pemain profesional wajib menghargai kontrak yang telah ditandatanganinya, titik.

"Ketika pemain sudah berlabel profesional, maka dia harus menghormati kontrak kerja yang telah disepakati. Hak dan kewajiban itu harus dihormati, jadi jangan ada yang namanya setengah hati lagi," tegasnya.

Jika ada masalah, duduklah dan bicarakan. Jangan biarkan itu merusak atmosfer tim dan, yang lebih penting, hasil pertandingan.

"Jadi kalau ada yang tidak sesuai, sebaiknya dibicarakan baik-baik saja. Jangan sampai memberi efek buruk atau mempengaruhi performa pemain yang lain. Itu kan merugikan klub namanya," kata dia.

Mantan pemain PSM ini juga menyoroti peran manajemen. Mereka harus punya kepekaan terhadap dinamika di dalam ruang ganti.

"Jadi semua permasalahan bisa dikendalikan, bisa dikondisikan, dan target tim bisa terwujud," pungkas Syamsuddin Umar.

Lima kekalahan. Sorotan pada satu pemain. Dan desakan untuk segera berbenah. Itulah gambaran singkat yang sedang dihadapi PSM. Waktunya beraksi, sebelum segalanya terlambat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar