Di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kawasan Timur Tengah, pemerintah Iran justru mengeluarkan semacam "daftar putih". Mereka menyebut ada sejumlah negara bersahabat yang kapalnya tetap dijamin aman saat melintasi Selat Hormuz.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menegaskan, meski situasinya panas, jalur pelayaran vital itu tidak serta-merta ditutup total. "Anda telah melihat di berita: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal mereka melewati selat ini beberapa malam yang lalu, dan beberapa negara lain, bahkan Bangladesh, saya yakin," ujar Araghchi, Jumat lalu.
Menurutnya, beberapa negara sudah melakukan koordinasi langsung dengan Tehran. Tujuannya jelas: memastikan kapal-kapal mereka bisa lewat tanpa insiden.
Nah, untuk negara-negara yang dianggap punya hubungan baik, atau karena pertimbangan khusus lainnya, Iran bersedia memberikan jaminan keamanan. Bahkan dengan pengawalan dari angkatan bersenjatanya.
Ini jelas bukan sekadar basa-basi. Selat Hormuz adalah urat nadi energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia harus melewati selat sempit ini setiap harinya. Wajar kalau kondisinya jadi sorotan internasional, apalagi sejak konflik antara Iran dengan AS dan Israel memanas akhir Februari lalu.
Artikel Terkait
Prancis Tundukkan Brasil 2-1 Meski Bertahan dengan 10 Pemain
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi
Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Warga Diminta Tetap Waspada
Elkan Baggott dan Timnas Indonesia Siap Tampil Beda di Era Baru John Herdman