Operasi besar-besaran akhirnya membuahkan hasil. Gembong narkoba yang selama ini diburu, Dewi Astutik, berhasil diamankan. Ia, yang disebut-sebut sebagai otak penyelundupan dua ton sabu ke Indonesia, kini tak lagi berkeliaran. Penangkapan itu terjadi di Kamboja.
Menurut sejumlah sumber yang mengetahui proses ini, penangkapan ini bukan kerja satu atau dua lembaga. Kolaborasi yang solid melibatkan BNN, kepolisian Kamboja, dan perwakilan Indonesia di sana mulai dari KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan, hingga BAIS TNI berhasil meringkusnya.
Lokasi tepatnya adalah di Sihanoukville. Kota pesisir yang ramai itu menjadi titik akhir pelariannya. Sayangnya, detail seperti kapan persisnya tangan Dewi diborgol polisi masih simpang siur. Belum ada konfirmasi resmi soal waktu kejadian.
Namun begitu, langkah selanjutnya sudah jelas. Rencananya, ia akan segera diekstradisi ke tanah air hari ini juga. Penerbangannya akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Dan di bandara itulah jumpa pers akan digelar. Momen yang pasti dinanti banyak pihak.
Perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur ini bukan bandar kecil. Perannya besar. Ia diduga kuat sebagai pengendali peredaran narkoba di kawasan Asia Tenggara, yang terhubung dengan jaringan Fredy Pratama yang sudah lebih dulu terkenal itu. Jaringannya luas, operasinya masif.
Kini, semuanya berakhir di balik jeruji.
Artikel Terkait
Dua Ganda Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026
Gerindra Bantah Instruksikan Kader Miliki Dapur SPPG, Sebut Inisiatif Pribadi
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis, Pengusaha Swasta Jadi Orang Kepercayaan Mantan Wakil Kepala BGN
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam Kasus Suap Audit BPK yang Seret Bupati Muara Enim