Sabtu sore itu, kawasan Kalibata di Jakarta terasa berbeda. Suasana ramai dan hangat menyelimuti kediaman pribadi Andi Amran Sulaiman. Rupanya, Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) tengah menggelar acara buka puasa bersama sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an. Tanggalnya 7 Maret 2026.
Bayangkan saja, sekitar 3.000 orang lebih memadati lokasi. Mereka adalah warga Sulsel yang kini tinggal di Jakarta dan kota-kota penyangganya. Datang dari berbagai lapisan, mulai dari pengurus pusat, wilayah, daerah, hingga tokoh masyarakat dan bahkan sejumlah tokoh nasional yang berakar dari Sulawesi Selatan. Semuanya berkumpul.
Acara yang mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menjalin Silaturahmi” ini jelas bukan sekadar makan bersama. Lebih dari itu, momen ini jadi ajang untuk mengeratkan ukhuwah dan kebersamaan di perantauan. Di bulan Ramadan yang penuh berkah, nilai-nilai spiritual pun turut dihidupkan.
“Idi Ugie Maega Sahabatnya”
Dalam sambutannya, sang tuan rumah yang juga Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf. Ia menilai kerja panitia sudah luar biasa.
Ketika Ketua Panitia, Jaya Lupu, melaporkan bahwa jumlah hadirin mencapai 3.200 orang dan terus bertambah, Amran justru bersyukur dan gembira. Rupanya, dia sudah siap-siap.
“Memang idi ugie maega sahabatnya,” ujarnya, disambut tawa hadirin. Kalau diterjemahkan, kira-kira artinya: orang Bugis memang banyak kawan.
“Tidak masalah kalau jumlah yang hadir terus bertambah,” kata Amran lagi. Soalnya, persediaan makanan di rumahnya sudah disiapkan untuk 5.000 orang. Cukup lega.
Sebagai Menteri Pertanian, Amran tak lupa menyampaikan kabar baik. Mimpi swasembada pangan beras, katanya, sudah tercapai hanya dalam satu tahun. Padahal, rencana awalnya butuh empat tahun.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras kita semua. Saya hanya bagian kecil dari keberhasilan ini,” ucapnya dengan rendah hati.
Dirinya mengakui, peran KKSS dalam meraih swasembada itu sangat besar. “Tidak ada keberhasilan yang berdiri tunggal, pasti ada orang-orang hebat di sekelilingnya. Dan itu ada di KKSS,” ungkap Amran.
Proyeksi ke depannya juga cerah. Dari Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional diprediksi mencapai sekitar 16,92 juta ton. Rata-rata per bulannya antara 2,6 sampai 5,7 juta ton.
“InsyaAllah dua bulan ke depan produksi mencapai 5 juta ton,” tambahnya. Semua ini, menurut Amran, tak lepas dari dukungan penuh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Tausiah tentang Pemimpin
Acara makin berwarna dengan kehadiran penceramah kondang asal Papua Barat, Ustaz Muhammad Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan. Dalam tausiahnya, dia menekankan pentingnya kepemimpinan yang jujur, tegas, dan berpihak pada umat.
Menariknya, ustaz ini secara khusus menyoroti sosok tuan rumah.
“Beliau adalah sosok pemimpin yang tegas dan jujur. Kita berharap kepemimpinan seperti ini terus hadir di negeri ini,” ujar Ustadz Fadlan di hadapan ribuan jemaah yang menyimak.
Menurut pandangannya, Amran adalah sosok yang dihadirkan Allah untuk memperbaiki sektor pertanian dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sebelum acara inti dimulai, laporan dari Ketua Panitia Jaya Lupu telah disampaikan. Sementara Sekretaris Jenderal KKSS, Abdul Kadir Karding, memberikan pengarahan mengenai rundown acara dan hal-hal teknis lainnya kepada seluruh hadirin. Semua berjalan lancar, penuh keakraban, di tengah bulan yang suci.
Artikel Terkait
Sidak Menteri Pertanian ke Gudang Bulog Karawang, Akademisi Nilai Stok Beras Nasional Melimpah dan Transparan
Mentan Amran Sidak ke Gudang Bulog Karawang, Pastikan Stok Beras Capai 5 Juta Ton
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Tambah Tiga Poin Penting di Kandang
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 3-1, Jauh dari Zona Degradasi