Menteri Kehutanan Sebut Percepatan Perhutanan Sosial di Lombok Arahan Langsung Presiden

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 23:20 WIB
Menteri Kehutanan Sebut Percepatan Perhutanan Sosial di Lombok Arahan Langsung Presiden

Lombok, 7 Maret 2026 – Di bawah terik matahari yang menyengat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan selembar dokumen penting kepada perwakilan petani. Bukan sekadar surat biasa, melainkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial yang dinanti-nanti. Acara sederhana di Pulau Lombok ini ternyata menyimpan pesan politik yang cukup kental.

Raja Juli dengan tegas menyebut, percepatan proses perizinan yang terjadi belakangan ini bukanlah murni hasil kerja kementeriannya. “Ini arahan langsung dari Presiden,” ujarnya. Menurutnya, komitmen Prabowo Subianto lah yang mendorong segala kemudahan birokrasi itu.

“Pak Sekda bilang, proses yang cepat ini bukan karena menterinya, tapi karena presidennya, Pak Prabowo Subianto,” kata Raja Juli, menirukan ucapan seorang pejabat daerah.

Ia lalu menyampaikan salam khusus dari orang nomor satu itu untuk para petani hutan yang hadir.

Secara keseluruhan, ada enam kelompok tani yang menerima SK pada hari itu. Satu kelompok berasal dari Lombok Barat, sementara lima kelompok lainnya dari Lombok Timur. Total lahan yang kini bisa mereka kelola secara legal mencapai 560 hektar lebih. Angka yang tidak kecil, dan diharapkan bisa mengubah nasib 411 kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari hutan.

Namun begitu, akses legal ini datang dengan tanggung jawab. Raja Juli berpesan, amanah dari Presiden Prabowo harus dijaga. Hutan tidak hanya untuk dieksploitasi, tetapi juga harus tetap lestari. Ia membayangkan lahan-lahan itu nantinya ditanami komoditas yang produktif. Kopi, kakao, atau kemiri, misalnya.

“Ini amanah agar masyarakat bisa memaksimalkan akses legalnya,” tegasnya.

Di sisi lain, skema perhutanan sosial ini punya dampak yang lebih luas. Selain mendongkrak ekonomi warga sekitar hutan, program ini disebut-sebut sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Raja Juli mengaku mendapat perintah langsung untuk mempercepat semua prosesnya.

“Perintahnya jelas: ungkit kesejahteraan masyarakat dan jaga kelestarian alam kita,” tutupnya, mengakhiri sambutan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar