Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dengan tegas bahwa Ibu Kota tidak akan memberlakukan skrining atau yustisi bagi pendatang usai Lebaran 2026 nanti. Pernyataan ini disampaikannya kepada para wartawan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Prinsipnya jelas: Jakarta terbuka untuk semua orang.
"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapapun sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu," tegas Pramono.
Meski demikian, dia mengingatkan situasi global yang sedang tidak menentu. Menurutnya, ruang kerja di Ibu Kota memang tersedia, tapi masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mencari peluang. Pramono menyoroti berbagai konflik yang masih berlangsung, seperti perang antara Rusia dan Ukraina, plus ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, AS, dan Iran. Kondisi dunia seperti ini, ujarnya, menuntut kehati-hatian ekstra.
Di sisi lain, persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2026 sudah jauh-jauh hari dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI memastikan ketersediaan stok pangan pokok terpenuhi dengan baik.
Artikel Terkait
Menteri Kehutanan Sebut Percepatan Perhutanan Sosial di Lombok Arahan Langsung Presiden
Gedung Putih Gamifikasi Perang Iran Lewat Video Mirip Trailer Gim
Badan Gizi Nasional Tutup Sementara 492 Dapur MBG di Sumatra karena Tak Miliki Izin Higiene
Pemerintah Siapkan Skenario Haji 2026 Antisipasi Ketegangan Timur Tengah