Megawati-Prabowo Bertemu di Istana, Hasto Sebut Seperti Reuni Teman Lama

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:20 WIB
Megawati-Prabowo Bertemu di Istana, Hasto Sebut Seperti Reuni Teman Lama

Suasana di Istana Negara beberapa hari lalu ternyata jauh dari kesan kaku. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto baru saja membuka suara soal pertemuan antara Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri, dengan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Hasto, nuansa yang tercipta lebih mirip reuni antar sahabat karib ketimbang agenda formal kenegaraan.

“Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu,” ujar Hasto di Gedung B DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

“Bahkan pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan 'teman lama',” tambahnya.

Pertemuan yang berdurasi cukup panjang itu dimanfaatkan keduanya bukan cuma untuk bernostalgia. Mereka terlibat diskusi mendalam, membicarakan berbagai persoalan strategis yang sedang menghadang bangsa ini. Hasto menekankan, obrolan mereka berlangsung akrab dan substantif.

“Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara,” jelasnya.

Bagi PDIP, momen seperti ini punya makna lebih. Ini dilihat sebagai wujud nyata jati diri bangsa yang seharusnya mengutamakan dialog dan musyawarah. Di sisi lain, Hasto juga menyinggung kemungkinan silaturahmi Megawati dengan mantan presiden lain saat Lebaran nanti.

Ia punya pandangan menarik soal hal itu.

“Esensi Lebaran bagi Megawati adalah semangat persaudaraan yang bersifat universal,” ucap Hasto.

Sebelumnya, Prabowo sendiri telah mengonfirmasi pertemuan ini lewat akun Instagram-nya pada Kamis (19/3). Ia menyebut kunjungan Megawati di Istana Merdeka itu sebagai kelanjutan silaturahmi antarpemimpin bangsa, tepat di hari ke-29 Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H. Intinya, dari kedua pihak, kesan yang ditonjolkan sama: keakraban dan semangat menjaga komunikasi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar