Lumpur masih jadi musuh utama di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, butuh waktu dan pasokan air yang cukup untuk membersihkan semuanya. Pekerjaan ini masih jauh dari kata selesai.
Timnya bergerak non-stop, siang malam, membersihkan fasilitas publik. Pasar, kantor, sekolah, sampai rumah sakit semua dikerjakan secara menyeluruh. Targetnya jelas: rampung sebelum Ramadan tiba.
“Dan ini kita kerjakan siang malam karena kita berupaya maksimal agar sebelum Ramadan, proses bersih-bersih ini sudah selesai semua,”
Begitu penjelasan Dody dalam Media Briefing Update Penanganan Bencana di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Ia ingin masyarakat, khususnya di Aceh, bisa menjalani ibadah di bulan suci dengan tenang dan optimal.
Namun begitu, pembersihan bukan satu-satunya fokus. Pemerintah juga memburu waktu untuk menyediakan hunian sementara. Di Aceh Tamiang, misalnya, mereka membangun rumah modul standar yang diklaim lebih cepat pengerjaannya.
“Size nya berapa? 36 meter persegi dan itu tanpa (alat) berat, skrub-skrub kemudian bisa berdiri. Jadi kira-kira bisa 20 hari untuk 30 unit. Jadi yang di Tamiang contohnya itu kita selesaikan dalam 20 hari,”
Rumah-rumah itu dilengkapi fasilitas pendukung. Listrik, internet, area bermain anak, sampai toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Desain modular ini, kata Dody, sudah teruji di berbagai lokasi bencana seperti Palu, Semeru, atau saat tsunami Aceh dulu.
Di sisi lain, ada juga fasilitas kesehatan yang kondisinya sudah parah. Dua puskesmas, masing-masing di Kecamatan Lawe Alas (Aceh Tenggara) dan Lokop (Aceh Timur), akan dibangun baru. Saat ini, prosesnya masih pada tahap penyiapan lahan ditinggikan dulu permukaan tanahnya sebelum modul bangunan dipasang.
“(Sedang dalam tahap) pakai modular, jadi harapannya sebelum awal Ramadan, puskesmas sudah berdiri dan berfungsi maksimal,”
Upaya pembersihan yang berjalan 24 jam ini didukung penuh oleh TNI, Polri, dan tentu saja warga setempat. Keterlibatan masyarakat inilah yang diharapkan bisa memutar kembali roda perekonomian lokal, terutama menyambut Ramadan.
“Harapan yang besarnya kemudian adalah kehidupan ekonomi terutama segera bergulir, utamanya untuk Aceh karena sudah mendekati bulan Ramadan. Juga harapannya pada saat bulan Ramadan (warga) bisa mengerjakan kewajibannya dengan lebih berhasil,”
Lalu, kapan pemulihan total usai? Dody bersikap realistis. Menurutnya, butuh waktu minimal dua tahun. Bahkan, dalam proposal resmi yang diajukan ke Bappenas, rencana pemulihan dirancang hingga tiga tahun ke depan.
“Paling cepat 2 tahun. Paling cepat ya. Tapi, di dalam proposal rencana kita ke Menteri Bappenas sekitar 3 tahun,”
Jalan masih panjang. Tapi setidaknya, dengan kerja siang malam itu, ada harapan untuk menyambut Ramadan dengan kondisi yang lebih baik.
Artikel Terkait
Saham Konglomerasi dengan PBV Rendah Masih Bisa Ditemukan, Ini Daftarnya
Pengendali Baru NATO Luncurkan Tender Wajib dengan Harga Rp183, Jauh di Bawah Pasar
Saham PART Cetak Auto Reject, Melonjak 34% Jadi Top Gainer
IHSG Menguat 0,29% Usai Libur Imlek, RMKO dan ROCK Melonjak 24,6%