Lumpur masih jadi musuh utama di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, butuh waktu dan pasokan air yang cukup untuk membersihkan semuanya. Pekerjaan ini masih jauh dari kata selesai.
Timnya bergerak non-stop, siang malam, membersihkan fasilitas publik. Pasar, kantor, sekolah, sampai rumah sakit semua dikerjakan secara menyeluruh. Targetnya jelas: rampung sebelum Ramadan tiba.
Begitu penjelasan Dody dalam Media Briefing Update Penanganan Bencana di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Ia ingin masyarakat, khususnya di Aceh, bisa menjalani ibadah di bulan suci dengan tenang dan optimal.
Namun begitu, pembersihan bukan satu-satunya fokus. Pemerintah juga memburu waktu untuk menyediakan hunian sementara. Di Aceh Tamiang, misalnya, mereka membangun rumah modul standar yang diklaim lebih cepat pengerjaannya.
Rumah-rumah itu dilengkapi fasilitas pendukung. Listrik, internet, area bermain anak, sampai toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Desain modular ini, kata Dody, sudah teruji di berbagai lokasi bencana seperti Palu, Semeru, atau saat tsunami Aceh dulu.
Artikel Terkait
Rupiah Terperosok Lagi, Investor Asing Serbu Keluar dari SBN
TRIN Lepas Saham Treasury Rp57 Miliar di Tengah Tekanan Harga
OJK Bongkar Delapan Pelanggaran Serius Dana Syariah Indonesia, Lapor ke Bareskrim
Tiket Promo Whoosh Ludes, Penumpang Diprediksi Tembus 22 Ribu Saat Libur Isra Mikraj