Masalah harga jadi alasan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) untuk mengganti mitra galangan kapalnya. Perusahaan pelayaran itu memutuskan untuk tidak lagi menggunakan jasa PT Adiluhung Sarasnasegara Indonesia (ASSI) untuk proyek kapal ketiganya. Sebagai gantinya, mereka menunjuk PT Tegal Shipyard Utama (TSU).
Menariknya, meski sudah ditunjuk sebelumnya, ternyata belum ada kontrak resmi yang diteken dengan ASSI. Artinya, uang muka sebesar Rp2,03 miliar dari total perkiraan biaya awal Rp35 miliar pun belum ada yang keluar.
Direktur PJHB, Go Sioe Bie, menjelaskan situasi ini.
"Pembayaran uang muka sebesar Rp2,03 miliar baru akan dilakukan setelah penandatanganan kontrak pembangunan kapal," ujarnya dalam surat resmi ke Bursa Efek Indonesia, Senin (2/3/2026).
Menurut Go, keputusan beralih ke TSU murni karena pertimbangan finansial. TSU menawarkan harga yang lebih kompetitif. Namun begitu, dia menegaskan bahwa secara kapasitas dan rekam jejak, kedua galangan itu punya kompetensi teknis yang kurang lebih setara.
Artikel Terkait
Sido Muncul Catat Laba Bersih Rp1,23 Triliun di 2025 Didorong Ekspor yang Melonjak 31%
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan