IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:50 WIB
IHSG Anjlok 2,65% Imbas Ketegangan Iran-Israel, Sektor Energi Melonjak

Pasar saham Indonesia hari ini ditutup dengan catatan merah yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,65 persen di sesi Senin (2/3/2026). Meski begitu, ada sedikit pelipur lara: indeks masih bertahan di atas level psikologis 8.000, tepatnya mengeras di posisi 8.016.

Transaksi hari ini terbilang ramai, tembus Rp28,6 triliun. Volume perdagangannya mencapai 550 juta lot dengan frekuensi transaksi yang terjadi lebih dari 3,6 juta kali. Angka-angka ini menunjukkan betapa sibuknya aktivitas di lantai bursa.

Lalu, apa penyebabnya? Semua mata tertuju ke Timur Tengah. Konflik yang memanas antara Iran dan Israel telah menciptakan gelombang kecemasan di pasar global. Seperti biasa dalam situasi geopolitik seperti ini, investor langsung berlarian mencari aset safe haven. Minyak dan emas pun langsung melonjak, dan saham-saham yang terkait dengan kedua komoditas itu ikut terbang tinggi.

Lihat saja saham-saham energi. MEDC (Medco Energi) melesat 16 persen ke Rp1.995. ENRG (Energi Mega Persada) bahkan lebih gila lagi, terbang 25 persen ke level Rp2.200. ELSA (Elnusa) tak mau ketinggalan, naik 18 persen ke Rp1.000.

Di sisi lain, saham emas juga ikut menguat, meski kenaikannya tak se-spektakuler saham minyak. ANTM (Aneka Tambang) naik 6 persen, ARCI (Archi Indonesia) juga menguat 6 persen, sementara BRMS (Bumi Resources Minerals) menghijau 4 persen.

Analis dari Phintraco Sekuritas memberikan pandangannya. Mereka menilai perang antara Iran dan AS-Israel jelas akan mendorong harga minyak melambung.

Namun begitu, ada catatan penting. Situasi ini berpotensi membebani APBN jika kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah berlangsung dalam waktu lama. Jadi, ada dua sisi mata uang yang harus diperhatikan.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar