Survei Global: 67 Persen Responden Khawatir AI Bakal Hilangkan Banyak Pekerjaan, Indonesia Paling Cemas

- Senin, 01 Juni 2026 | 19:50 WIB
Survei Global: 67 Persen Responden Khawatir AI Bakal Hilangkan Banyak Pekerjaan, Indonesia Paling Cemas

Kekhawatiran akan tergantinya pekerjaan manusia oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin meluas di berbagai belahan dunia. Sebuah survei global yang dirilis oleh lembaga riset Ipsos dalam laporan bertajuk Predictions Report 2026 mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat di sejumlah negara merasa cemas menghadapi fenomena ini. Survei tersebut melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara yang diwawancarai dalam rentang waktu 24 Oktober hingga 7 November 2025.

Metodologi pengambilan sampel dilakukan secara bervariasi sesuai dengan kelompok usia di setiap negara. Di India, misalnya, responden berusia 18 tahun ke atas menjadi sasaran wawancara, sementara di Kanada, Republik Irlandia, Malaysia, Afrika Selatan, Turki, dan Amerika Serikat, rentang usia responden adalah 18 hingga 74 tahun. Di Thailand, batas usia dimulai dari 20 tahun hingga 74 tahun, sedangkan di Indonesia dan Singapura, responden berusia 21 hingga 74 tahun. Untuk negara-negara lainnya, partisipan berusia 16 hingga 74 tahun.

Jumlah sampel di setiap negara pun tidak seragam. Sekitar 1.000 responden diwawancarai di Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Afrika Selatan, Spanyol, dan Amerika Serikat. Sementara itu, masing-masing 500 individu berasal dari Argentina, Chili, Kolombia, Hongaria, Irlandia, Malaysia, Belanda, Peru, Polandia, Rumania, Singapura, Korea Selatan, Swedia, Thailand, dan Turki. Khusus untuk India, jumlah sampel mencapai sekitar 2.200 individu, dengan 1.800 di antaranya diwawancarai secara tatap muka dan 400 lainnya melalui daring.

Di sisi lain, Ipsos juga menyertakan responden dari Argentina, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Hongaria, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, dan Amerika Serikat dalam analisisnya. Hasil survei menunjukkan bahwa 67 persen responden merasa cemas jika AI akan menghilangkan banyak lapangan pekerjaan. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 64 persen.

Menariknya, kekhawatiran tersebut paling dominan dirasakan oleh responden asal Indonesia. Negara ini menempati peringkat pertama sebagai negara dengan masyarakat yang paling takut kehilangan pekerjaan akibat kehadiran AI. Setelah Indonesia, posisi berikutnya ditempati oleh Singapura dan Kolombia. Temuan ini memperkuat indikasi bahwa persepsi terhadap ancaman AI tidak merata di seluruh dunia, melainkan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar tenaga kerja dan kesiapan sumber daya manusia di masing-masing negara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar