Pinjaman Daring Tembus Rp92 Triliun, Masyarakat Tinggalkan Bank Konvensional

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 01:15 WIB
Pinjaman Daring Tembus Rp92 Triliun, Masyarakat Tinggalkan Bank Konvensional

JAKARTA Ada pergeseran menarik yang sedang terjadi di dunia keuangan kita. Nailul Huda, seorang ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), melihat tren masyarakat yang mulai menjauhi pinjaman konvensional. Mereka kini lebih memilih pinjaman daring atau yang akrab disebut pindar.

Angkanya cukup mencengangkan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025 mencatat, outstanding pendanaan pindar sudah menembus Rp92,92 triliun. Itu artinya, terjadi pertumbuhan fantastis sebesar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini jadi fenomena yang patut diamati," ujar Huda dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Jumat lalu (23/1/2026).

Ia lalu membeberkan data yang lebih rinci. "Ternyata sekarang, digital enabled account-nya mencapai 36,16 persen. Memang di wilayah urban lebih tinggi, karena faktor digitalisasi yang lebih cepat. Tapi kalau kita lihat di daerah rural, mereka yang menggunakan akun untuk meminjam juga ternyata 36,16 persen dari penduduk dewasa. Lebih tinggi sekarang dibandingkan dengan pinjam dari keluarga," jelasnya.

Menurut sejumlah saksi, proyeksi bisnis fintech untuk tahun 2026 pun diyakini masih positif. Tren ini justru berbanding terbalik dengan data kredit dari sektor perbankan yang justru terkoreksi negatif, terutama penyaluran kredit ke sektor UMKM.


Halaman:

Komentar